Saturday, 20 July 2019

Polisi Menduga Ada Ladang Ganja di Banten

Senin, 6 Februari 2012 — 23:52 WIB
iluspuluhan

SERANG (Pos Kota) – Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten menduga ada ladang ganja di wilayah Banten. Hal ini menyusul beberapa kasus penangkapan, barang bukti daun ganja terlihat masih segar dan diduga berasal langsung dari ladang. Meski demikian, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut.

“Hingga saat ini, kami belum bisa memastikan tentang keberadan ladang itu. Untuk itu, kami masih melakukan penyelidikan tentang kebenaran adanya ladang ganja di sebuah wilayah di Banten,” kata Direktur Narkoba Polda Banten, AKBP Erwin Faisal, saat ekspos 34 tersangka kasus narkoba, Senin (6/2).

Kendati demikian, hal itu masih pada tahap menduga dan masih belum bisa dibuktikan. “Berdasarkan informasi yang kami peroleh kemungkinan Banten punya ladang atau home industry. Ini beralasan, karena beberapa yang kami temukan barang bukti masih ada kadar air. Jadi, bantuan masyarakat sangat kami harapkan dalam upaya memberantas narkoba di Banten ini,” ujar AKBP Erwin.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten mengamankan 34 tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika selama empat bulan terakhir, dari November 2011 sampai Januari 2012. Ke-34 tersangka yang kini mendekam di rutan Polda Banten tersebut terdiri atas pemakai dan pengedar narkoba.

Ke-34 tersangka diamankan dari berbagai tempat di wilayah hukum Polda Banten dengan tempat kejadian perkara (TKP) didominasi dua daerah, yakni Serang dan Kabupaten Lebak.

“Kebanyakan kami amankan dari Serang dan Lebak. Dari tangan ke-34 tersangka kami berhasil amankan Barang bukti narkoba jenis sabu sebesar 7 ons, sementara jenis ganja 1,5 kilogram. Untuk bandar dari para tersangka ini sebagian besar berasal dari Jakarta,” ungkap AKBP Erwin.

Bahkan, lanjut Erwin, beberapa diantaranya masih berstatus sebagai pelajar sekolah menengah atas (SMA) dan karyawan BUMN. “Penyebaran narkoba memang sudah merambah ke pelajar. Kami berhasil amankan empat pelajar dan seorang pegawai BUMN,” kata AKBP Erwin. (haryono/b)