Wednesday, 21 November 2018

Proyek Digolkan Saat DPR Reses

Selasa, 7 Februari 2012 — 0:23 WIB
banggar

JAKARTA (Pos Kota) – Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR berdalih tidak cukup waktu untuk menelaah anggaran Rp20 miliar untuk renovasi ruang Badan Anggaran DPR yang diajukan Sekretariat Jenderal DPR. Sebab, modus ajuan harga yang dikirim menjelang masa reses DPR.

“Seringkali usulan anggaran ini sengaja diajukan mepet dengan masa reses. Sehingga kita tidak punya waktu, untuk melakukan pengecekan hingga detail,” kata Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Pius Lustrilanang, usai diperiksa Badan Kehormatan (BK) DPR, Senin (6/2).

Politisi Partai Gerindra ini menyatakan, segala spesifikasi peralatan dan kebutuhan yang akan mengisi ruang Banggar ditentukan oleh Sekjen. Selanjutnya, dari ajuan hasil rapat Sekjen yang juga dihadiri beberapa kepala biro dan deputi. disampaikan ke Banggar untuk ditelaah. “Karena kita saat itu di ujung reses, kita kaget angkanya tetap pada Rp24 miliar,” katanya.

LAKUKAN RASIONALISASI

Pius membantah bila dirinya yang menginginkan renovasi ruang Banggar dengan harga Rp24 miliar tersebut. Menurutnya, pihaknya terlah berulang kali melakukan rasionalisasi kebutuhan renovasi.

“Kami tidak bicara besaran angkanya karena kami pikir kan sudah terjadi efisiensi dari permintaan BURT. Sebelumnya kan BURT telah meminta berulang kali dilakukan rasionalisai dalam angka Rp24 M itu,” katanya. (winoto/b)

Teks : Proyek ruang banggar yang menghebohkan