Monday, 12 November 2018

Musim Dingin, Musim Sengsara bagi Tuna Wisma Eropa

Kamis, 9 Februari 2012 — 17:26 WIB
bp04

UKRANIA (Pos Kota) – Para tuna wisma sudah biasa menghadapi hidup sengsara. Tapi di Eropa, di musim dingin, kesengsaraan mereka bertambah. Mereka tak hanya menghadapi kehidupan ekonomi yang sulit, kebutuhan sehari-hari yang tak pasti, melainkan juga cuaca dingin yang menyiksa. Sebagian besar dari mereka menemui ajal karenanya.

Situs oddstuff magazine menampilkan kehidupan para tuna wisma di berbagai negara Eropa.

Kehidupan di dalam gua atau bunker para tuna wisma di Warsawa – Polandia. (Foto : Janek Skarzynski)

Tahun ini, negara yang paling parah dilanda cuaca dingin adalah Ukraina dimana suhu mencapai minus 32 derajat Celsius dan menyebabkan sedikitnya 122 orang tewas. Oleksandr Heits, Kepala Unit Penyelamatan di Kiev mengatakan kebanyakan korban adalah tunawisma di ibukota Ukraina.

Seorang nenek menikmati teh hangat di gua tempat tinggalnya, di Praha (foto: Petr David Josek)

BBC melaporkan, banyak warga tunawisma yang datang ke ibukota. Padahal suhu udara di luar mencapai minus 20 hingga 25 derajat Celsius. “Kami memberi mereka teh hangat untuk menghangatkan diri. Beberapa diantara mereka tinggal disini semalam. Kami menghangatkan, memberi makan dan kemudian mereka pergi. Sejumlah warga memberi pakaian dan makanan kepada para tunawisma,” demikian kata Aleksandr Heits.

Tuna Wisma berkumpul dan bercengekerama dengan keluarga di tempat penampungan (shelter)  kota  Lviv – Ukrania. (foto :Yuriy Dyachyshyn)

Salju dan suhu yang sangat rendah juga telah melanda Balkans, dimana banyak orang terjebak di rumah atau kendaraan. Menurut laporan BBC, enam orang dilaporkan meninggal dunia. Pemerintah Bosnia-Herzegovina mengumumkan status darurat hari Sabtu. Sementara bagian pesisir Kroasia dimana sebelumnya jarang dilanda salju, sejumlah unit tentara diberangkatkan untuk menyelamatkan warga yang terjebak.

Para tunawisma mendapat makanan hangat di sebuah gereja ortodok di Rusia (foto Alexander Zemlianichenko)

Gazprom yang memonopoli ekspor gas Rusia mengatakan tidak dapat memenuhi kelangkaan gas di sedikitnya delapan negara di Eropa, mulai dari Italia hingga Polandia.

Sementara itu ibukota Italia, Roma, mengalami curahan salju paling tebal dalam beberapa puluh tahun. Pihak berwenang telah memaksa penutupan sejumlah tempat wisata, termasuk Colosseum dan Roman Forum. Ratusan orang diselamatkan dari sebuah kapal ferry yang terjebak di pelabuhan Civitavecchia Italia, dalam sebuah upaya yang menurut para penumpang sangat mengerikan.

Sebuah bus melintas di sudut desa Sliznevo di Krasnoyarsk di Rusia . (Foto : Ilya Naymushin )

Pihak berwenang di bandara Heathrow London, bandara paling sibuk di Eropa, telah mengumumkan penurunan penerbangan hingga 30 persen selagi kota itu dilanda salju setebal 15 sentimeter yang diperkirakan akan kembali turun hari Sabtu.

Listrik terputus di banyak tempat yang dilanda salju di seluruh Eropa. (bbc/dms)