Monday, 19 November 2018

Polres Depok Gulung Sindikat Pemalsu Pupuk

Kamis, 9 Februari 2012 — 0:26 WIB
iluspolres

DEPOK (Pos Kota) – Untuk kesekian kalinya, jajaran Polsek Cimanggis Depok berhasil mengungkap pemalsuan pupuk berbahan dasar batu dengan menangkap tersangka sekaligus pemiliknya di daerah Sukabumi.

Pelaku sudah dua tahun memalsukan pupuk Petro Kimia dan MPK Poska. Tersangka Tedy Sutrisno, 35, pembuat sekaligus pemilik pabrik dalam menjalankan aksinya dibantu oleh Romi, 35, Suhendri alias Budung, 40, Nandang, 42.

Menurut Kombes Mulyadi Kaharni, Kapolresta Depok, 15 ton pupuk sudah siap diedarkan ke pasaran diamankan dari pabriknya di kawasan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat.

Tersangka mengaku dapat memproduksi pupuk sebanyak 10 ton sehari. Daerah pendistribusian ke aerah Jawa Barat dan Sumatera. “Pendistribusian pupuk tersebut ke petani dan koperasi saja,”ujar Kapolres didampingi Kapolsek Cimanggis, Kompol Firman Andreanto kepada Pos Kota, Rabu (8/2).

“Pelaku memasulkan pupuk jenis Petro Kimia, MPK Poska, di dalam kemasan karung berwarna merah muda. Dan dijual perkarung isi 50 KG seharga Rp 30 ribu ke warga dan petani.”

Dari penangkapan keempat tersangka selama 6 hari, tim khusus yang dibentuk oleh Polsek Cimanggis kembali meringkus seorang tersangka berinisial HL sat membawa pupuk di dalam truk sebanyak 10 ton. “Kelima pelaku tertangkap pada saat sedang membawa pupuk di tol Jagorawi KM 16, Tapos,”paparnya.

Dengan bermodalkan uang Rp 2 juta, lanjut Mulyadi, pelaku dapat memproduksi pupuk dalam waktu sehari dapat memproduksi sekitar 10 ton karung pupuk.

“Kita juga berhasil mengamankan sejumlah alat cetak merek pupuk, bahan kimia berupa pewarna pembuat pupuk, dan sejumlah karung yang sudah jadi dengan cetakan merek pupuk,”umbarnya.

“Pelaku dikenakan pasal 60 ayat 1 F, UU RI No. 19 Tahun 2001, dan Pasal 62 ayat satu No. 8 tahun 2009 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman tahanan 6 tahun .”

Aman Sinaga, SH, dari Direktorat Pemberdayaan Konsumen Ditjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan bagian Konsultan Perlindungan Konsumen mengatakan pemalsuan pupuk ini sudah sangat merugikan masyarakat. Karena isi dari kadar kimia pupuk yang tertera di dalam karung setelah dicek tidak ada unsur sama sekali.

“Jelas ini sangat merugikan konsumen, sehingga konsumen harus cermat dalam membeli pupuk di pasaran khususnya pupuk palsu,”ujarnya kepada Pos Kota saat dimintai keterangan oleh anggota penyidik polsek cimanggis.

Dari kasus yang ada, tersangka selain menerima hukuman tapi juga akan dapat dikenakan denda Rp 2 miliar bagi siapa pengusaha atau pemilik mendistribusikan pupuk yang tidak sesuai dengan standar yang ada. (Angga/b)

Teks Foto: Kapolres Depok, Kombes Pol Mulyadi Kaharni, mengamankan pupuk palsu di Polsek Cimanggis. (Angga)