Monday, 24 September 2018

Melongok Candi Sukuh, Mampir ke Air Terjun Jumog

Jumat, 10 Februari 2012 — 13:16 WIB
at

BERWISATA ke Candi Sukuh, ibarat mengunjungi candi yang paling erotis di Pulau Jawa. Letaknya di Desa Sukuh, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, sekitar 36 km sebelah timur  kota Solo (Surakarta).

Selain candi yang mempunyai banyak keunikan ini, jangan juga lupa mampir ke Candi Cetho yang jaraknya sekitar 7 km masih sama sama di lereng barat Gunung Lawu dan dalam Kabupaten Karanganyar, namun beda kecamatan yaitu kecamatan Jenawi.

Dari Candi Sukuh turun  dulu kemudian menanjak lagi dan naik turun berliku liku. Setelah kebon teh, di kiri kanan sebagian ditanami sayur mayur di antaranya kebon asparagus.

Sering tampak angkutan pedesaan membawa sayur mayur, seperti kentang, wortel dan kol mapun asparagus. Letak candi Cetho lebih tinggi dibanding Candi Sukuh, yaitu sekitar 1400 meter di atas permukaan air laut.

Pintu gerbangnya mirip pura pura di Bali dengan candi bentar atau candi yang terbelah. Di sebelah kanannya ada pemancar radio swasta.

Kedua candi ini ada persamaannya yaitu sama-sama dibangun setelah runtuhnya kerajaan Majapahit abad ke- 15. Juga terdapat patung, atau relief sepasang alat vital lelaki dan perempuan dengan istilah sejarahnya “lingga”  dan “yoni” , lambang kesuburan. Bedanya, candi Sukuh lebih tua dibanding Cetho dan sudah jarang digunakan sebagai tempat ritual agama Hindu seperti Candi Cetho.

Sekarang pengunjung Candi Sukuh dan Candi Cetho kian meningkat dibanding 5 tahun lalu. Kalau dulunya hanya sekitar 50-an sehari, kini bisa mencapai 100 orang lebih. Peningkatan pengunjung tersebut akibat pengaruh munculnya tempat wisata baru di Desa Sukuh yang disebut Grojogan Jumog.

Lokasinya hanya beberapa ratus meter di bawah Candi Sukuh.  “Jadi bila wisatawan mau ke air terjun Jumog sekalian mengunjungi Candi Sukuh atau sebaliknya,” ujar Utomo.

Tinggi air terjun tersebut sekitar 60-an meter. Sering tampak pelangi bila sinar matahari menembus jurang yang indah ini. “Kata orang, Grojogan Jumog kini lebih populer dibanding Grojogan Sewu di Tawangmangu,” tambahnya, awal Februari lalu.

Hal ini diakui Nur Fitri Febriani, siswi klas 3 SMP Negeri 2  Sragen yang baru bulan lalu mengunjungi tempat wisata itu sekaligus mampir ke Candi Sukuh dan Candi Cetho. Bersama teman sekolah maupun bersama  ayah ibu dan eyangnya,  Fitri sudah sedikitnya 3 kali ke candi tersebut. Soalnya tempatnya relatif dekat dengan Sragen, kota tempat tinggalnya.

Dari data yang  dikutip dari media online Pemerintah Kabupaten Karanganyar, di kabupaten ini tidak sedikit obyek obyek wisata yang menjadi destinasi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Selain beberapa candi peninggalan sejarah, juga perkebunan teh dan keindahan alam seperti air terjun juga menjadi andalan pariwisata daerah ini.

Namun hasil pendapatan asli daerah (PAD)  Kabupaten Karanganyar dari sector ini sedang-sedang saja. Pada tahun 2006  tercatat Rp 600 juta dan pada tahun 2007 meningkat menjadi Rp700 juta.

Diasumsikan peningkatannya tiap tahun 10% maka tahun 2012  akan mencapai Rp1,050 miliar. Sebagai perbandingan PAD Pemprov DKI Jakarta dari sektor dan tahun yang sama diproyeksikan mencapai Rp2,1 triliun. Sebab tahun 2011 sedikitnya mencapai Rp1,8 triliun. (aliem/t)

Air terjun Jumog yang bisa sekaligus dikunjungi saat rekreasi Candi Sukuh. (foto: Aliem)

  • Mynameisfifi

    TERIMA kasih sudah ditampilkan tulisan ini sebagai informasi bagi pembaca harian Pos Kota, terutama Poskotanews.com

  • Guru2 dan Ortu TK Paud Raihan

    Belum pernah ke sana jadi belum bisa berkomentar, tapi lumayan untuk bahan petunjuk jika sewaktu-waktu rekreasi ke sana. Usul saya agar lebih banyak tulisan obyek rekreasi di tempat lain ditampilkan di Pos Kota