Monday, 12 November 2018

Komnas Perempuan Minta Porsi Wanita di Parpol Capai 30 Persen

Senin, 13 Februari 2012 — 18:27 WIB
Sidang DPR-r

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Nasional  (Komnas) Perempuan mendesak pemerintah dan DPR mencantumkan keterwakilan 30 persen perempuan dalam revisi UU No. 10 Tahun 2008 Tentang Partai Politik yang tengah digodok.

“Meski dasar hukumnya sudah ada, tapi hingga Pemilu 2009, Indonesia belum berhasil mencapai angka kritis 30 persen keterwakilan perempuan di parpol dan parlemen. Kami menganggap keterwakilan perempuan dalam UU itu masih setengah hati,” kata Masruchah, Wakil Ketua Komnas Perempuan, Senin (13/2).

Ia mengemukakan itu  usai diskusi bertema “Komitmen Meningkatkan Keterwakilan Perempuan Melalui Perubahan atas UU No. 10 Thn 2008” di kantor Kementerian Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) Jakarta.

Disebutkan, selama ini gerakan perempuan yang terdiri dari Komnas Perempuan dan sejumlah LSM perempuan telah mengusulkan penguatan sistem zipper untuk menempatkan calon perempuan di nomor urut teratas antara nomor 1 dan 2.

“Kami juga berharap KPU memberikan sanksi kepada Partai Politik peserta Pemilu, jika tidak memenuhi ketentuan 30 persen perempuan di parpol seperti yang disyaratkan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bila calon perempuan berada di nomor urutan teratas, maka kesempatan terpilihnya menjadi anggota legislatif sangat besar. Persentase kemenangannya sekitar 45 persen. Sedangkan, kalau laki-laki berada di urutan nomor teratas, persentase terpilihnya bahkan mencapai 60 persen.

“Ini sudah dibuktikan pada Pemilu 2009 lalu. Dimana, mereka yang duduk di parlemen saat ini adalah yang berada di urutan teratas. Jadi, baik perempuan atau laki-laki yang berada di urutan teratas pasti terpilih” katanya lagi. (aby/dms)