Monday, 12 November 2018

AS Tidak Larang Minyak Kelapa Sawit Dari Indonesia

Selasa, 14 Februari 2012 — 7:33 WIB
sawit-sub

JAKARTA (Pos Kota)-Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan, hingga saat ini  Indonesia  masih dapat mengekspor minyak kelapa sawit untuk bahan makanan dan kosmetika. Namun khusus untuk biodiesel masih harus menunggu laporan dari Environmental Protection Agency (EPA) Negara tersebut.

“Kami tidak pernah membuat regulasi larangan masuknya palm oil (minyak kelapa sawit) dari Indonesia, karena sampai sekarang AS masih jadi importir dari Indonesia dan Malaysia. Impor  masih terus berlangsung seperti biasa terutama untuk bahan makanan dan kosmetik,” kata Atase Pertanian kedubes AS  Dennis Voboril.

Menurut Dennis, khusus untuk sawit biodeiesel pihaknya masih  memperpanjang jangka waktu bagi pemerintah Indonesia untuk memberikan tanggapan terkait laporan NODA (notice of data availability) dari Environmental Protection Agency (EPA) yang menyebut emisi kelapa sawit dari Indonesia di bawah standar emisi.

Adanya pernyataan dari EPA ini ternyata  membuat pemerintah Indonesia berang. Sebab selama ini Indonesia menjadi negara eksportir kelapa sawit tiga besar AS setelah Malaysia dan Filipina.

Pemerintah AS pada 28 Januari 2012 lalu mengeluarkan keputusan  akan membatasi impor kelapa sawit dari Indonesia karena menurut laporan NODA dari EPA emisi kelapa sawit dari Indonesia kurang dari 20 persen seperti yang dipersyaratkan untuk energi terbarukan. Indonesia disebut baru mencapai 17 persen.

Namun pihak AS masih  memberikan tenggang  tenggang waktu hingga 28 Februari 2012 kepada negar-negara yang mengimpor CPO ke negara tersebut  untuk lebih memperhatikan kualitas dan standar produksi CPO atau minyak sawit mentah dan turunannya sebelum diekspor ke AS.

Setelah itu pihak EPA akan mengkaji lagi apakah sawit Indonesia layak diimpor ke AS. Indonesia sendiri masih punya kesempatan untuk mengkaji dan membuktikan kepada EPA kalau produksi biodiesel Indonesia sudah melebihi minimum standar.

(faisal/sir)