Saturday, 17 November 2018

Angkutan Barang di Jakarta Banyak Rombeng

Kamis, 16 Februari 2012 — 0:33 WIB
rombeng152

JAKARTA (Pos Kota) – Sebagian besar angkutan barang dan angkutan umum Organda (organisasi angkutan darat) di DKI Jakarta banyak yang rombeng dan terseok-seok akibatnya pelayanan kepada masyarakat dan pengusaha masih kurang baik.

“Sebaiknya Organda melakukan revitalisasi angkutan umum dan angkutan barangnya guna meningkatkan pelayanan dan mengurangi angka kecelakaan yang akhir-akhir ini terus terjadi pada bis antar kota antar propensi,” harap Ber Purba, Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta pada Mukerda II DPD Organda DKI Jakarta.

Menurutnya, Kadin DKI Jakarta siap memfasilitasi Organda melakukan re-vitalisasi angkutan umum dan barang dan itu sudah sangat mendesak karena Organda harus memperbaiki pelayanan tahun ini juga 2012 .

Sebab, jika tidak tahun 2013 posisi usaha transportasi nasional bisa diisi oleh pengusaha sejenis dari negara Asean. Karena sesuai kesepakatan kepala negara kawasan Asean 2007 pngusaha transportasi dari kawasan bisa berusaha di lintas negara Asean.

Menurut Beri, citra angkutan umum DKI Jakarta baik angkutan penumpang mau pun barang saat ini sangat buruk karena banyak bus/truk sudah usia tua, bahkan untuk angkutan penumpang semakin mengerikan karena sering terjadi kecelakaan bahkan kasus perkosaan dalam angkutan umum.

Sekjen DPP Organda Ardiansyah mengakui saat ini citra angkutan umum sudah mencapai titik nadir karena dianggap masyarakat telah menjadi pembunuh mengerrikan dalam berbagai kasus kecelakaan lalulintas.

Deputy Gubernur DKI bidang transportasi dan industri, Sutanto mengatakan pengguna angkutan umum di Jakarta semakin berkurang. Kalau sebelumnya 56 persen dari total perjalanan warga DKI menggunakan angkutan umum kini tinggal 28 persen. Selebihnya beralih ke kendaran pribadi termasuk sepeda motor. “Tantangan buat Organda bagaimana masyarakat supaya naik angkutan umum lagi dengan pelayanan yang lebih baik,” katanya.

Ketua Organda DKI Jakarta Sudirman minta polisi mengusut sejumlah Perusahaan Otobus (PO) yang memungut uang asuransi ke penumpang tapi tidak disalurkan ke Jasa Raharja, namun ketika mendapat kecelakaan PT JR tetap harus memberikan santunan sesuai Undang-Undang. (dwi/b)

Teks : Truk mangkal di Jalan Perintis Kemerdekaaan menunggu borongan