Mahasiswa Demo Layanan Kesehatan di Tangsel

Kamis, 16 Februari 2012
Demo Tangsel1

PAMULANG (Pos Kota) – Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengelar aksi demo di kantor Dinas Kesehatan setempat menuntut Pemkot bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau bagi masyarakat tak mampu atau miskin.

“Pelayanan kesehatan ke masyarakat di Kota Tangsel masih jauh dari harapan warga yang berobat di sejumlah rumah sakit maupun Puskesmas,” kata Yunus, satu mahasiswa di tengah aksi demo di Kantor Dinas Kesehatan, Kompleks Perkantoran Witanaharja, Pamulang, Kamis (16/2).

Pendemo mahasiswa Tangsel sempat rusuh karena dilarang masuk pintu pagar Dinas Kesehatan Tangsel.Anton

Yunus mencontohkan pelayanan rendah yang masih terdapat di salah satu Puskesmas sekitar Kec. Setu,  yang hanya buka selama lima jam atau mulai Pk. 08:00 hingga Pk. 13:00.

Rendahnya mutu layanan kesehatan di Kota Tangsel, karena anggaran tahun 2011 masih dibawah 10 persen “Ini jelas sangat bertentangan dengan UU Kesehatan dan rendahnya kualitas, ” kata Yunus.

Pendemo menagih janji Pemkot Tangsel saat kampanye. “Dinkes agar memberi sanksi yang tegas serta menegakkan disiplin karena rendahnya kualitas pelayanan ditingkat Puskesmas dan segera mempercepat pengoperasian RSUD Kota Tangsel.

“Dinkes juga diharapkan memberikan sanksi yang tegas kepada Kepala Puskesmas tersebut,” ujar Udin satu pendemo lainnya.

Dinkes Kota Tangsel juga diminta transparan dalam menjalankan kewajibannya termasuk dalam menindaklanjuti  temuan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksan Keuangan (LHP-BPK) tahun 2010 yang terindikasi Korupsi senilai Rp. 231.580.609.

Selain melakukan orasi pengunjukrasa juga  membawa  puluhan poster yang berisi  tulisan Usut tuntas dugaan korupsi Dinkes Tangsel sekitar 231 juta rupiah, menuntut pencopotan  Kepala Puskesmas Kranggan, dan spanduk yang bertuliskan Anggaran Dinkes agar dialokasikan 10 persen sesuai UU Kesehatan.

SIAP UBAH PELAYANAN

Dalam aksi siang itu, mahasiswa Tangsel sempat saling dorong dengan polisi dan melempar telur ke Satpol PP serta melakukan pembakaran ban bekas, karena tidak diperbolehkan masuk ke Kantor Dinkes Tangsel.

Menanggapi aksi massa, Kepala Dinkes Tangsel Dadang, M.Epid membantah adanya korupsi di lingkungannya karena semua sudah masuk kas daerah. “Kalau kita bermasalah tidak mungkin kemarin mendapat penghargaan WTP – (wajar tanpa pengecualian) ” bantahnya.

Sedangkan keluhan rendahnya kualitas pelayanan di Puskesmas pihaknya menyatakan siap mengubah pelayanan dan menegur Kepala Puskesmas yang ada.

Bahkan, Dadang berjanji, kalau memang betul bermasalah akan diusulkan ke Walikota Tangsel agar Kepala Puskesmas setempat dicopot. (anton/dms)

Puluhan mahasiswa yang melakukan aksi demo di kantor Dinas Kesehatan Kota Tangsel. (anton)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.