Wednesday, 26 September 2018

Tutup Tempat Maksiat, Wagub Minta Bantuan Kiai

Jumat, 17 Februari 2012 — 16:56 WIB
pelacur-sub

SURABAYA (Pos Kota)- Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta bantuan doa para kiai agar penutupan lokalisasi di sejumlah tempat di Jawa Timur berlangsung aman. Selain itu, Gus Ipul juga berharap agar para kiai pro aktif berdakwah di kawasan tersebut. Dengan begitu, maka para penghuni lokalisasi mendapatkan pencerahan.

Pernyataan Gus Ipul itu disampaikan dihadapan kiai, habib, tokoh masyarakat, serta sekitar 20 ribu hadirin yang memadati acara Maulid Nabi Muhammad di Musola Al Fattah Desa Sambongdukuh yang berada di komplek kediaman KH Jamaludin Ahmad, pengasuh pondok pesantren Bumi Damai Al Muhibbin Tambakberas, Jombang, Kamis malam (16/2/2012).

Menurut Gus Ipul, selama ini lokalisasi merupakan pusat terjadinya kemaksiatan. Di kawasan tersebut kerap terjadi tindak pelanggaran hukum. Semisal, terjadinya traficking atau perdagangan orang, kemudian eksploitasi seks anak dibawah umur, serta pelanggaran hukum lain seperti peredaran miras dan narkoba. “Jadi hadirnya lokalisasi lebih banyak mudharatnya,” ujar Gus Ipul.

Atas dasar itu, lanjut Gus Ipul, pemprov Jatim sepakat untuk melakukan penutupan lokalisasi. Nah, untuk melakukan penutupan tersebut perlu melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk kiai. “Oleh karena itu saya minta doa para kiai agar penutupan lokalisasi berjalan kondusif. Selain itu kami berharap para kiai juga pro aktif melakukan dakwah di kawasan hitam tersebut,” katanya menegaskan.

Meski tidak menjelaskan secara detail, namun Gus Ipul menjelaskan bahwa saat ini pemprov sedang mencarikan alternatif pekerjaan dengan memberi bekal ketrampilan bagi eks penghuni lokalisasi. Sehingga, kebijakan penutupan tersebut tidak menimbulkan efek lainnya. Semisal, melonjaknya jumlah pengangguran.

“Kalau sekedar menutup saja mudah.  Jadi yang kita lakukan tidak sekedar menutup. Tapi bagaimana memberikan mereka pekerjaan baru. Nah, kita yakin dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan doa para kiai, penutupan lokalisasi bisa kita lakukan,” pungkasnya.

(nurqomar/sir)