Wednesday, 26 September 2018

Bocah Penusuk Teman Diperiksa Kejiwaannya

Sabtu, 18 Februari 2012 — 23:24 WIB
ilusdua

DEPOK (Pos Kota) –Seorang bocah diduga berencana membunuh temannya sendiri sulit diterima akal. Beruntung korbannya hanya menderita luka tusuk dan masih dirawat intensif fi RS Fatmawati, Jakarta Selatan hingga Sabtu kemarin. Lantaran sulit diterima akal itulah, Polres Depok yang menangani kasus ini akan memeriksa kejiwaan tersangka MA.

Sebab menurut Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Mulyadi Kaharni, bahwa MA merupakan murid yang masih duduk di kelas 6 sekolah dasar. Keberaniannya menikam temannya beberapa kali dengan menggunakan pisau dapur sudah di luar batas kewajaran orang normal.

Seperti diketahui MA nekat menusuk temannya sendiri Munif yang sama-sama sekolah di SDN di Cinere Depok Jumat.Motifnya sepele karena tersangka mengambil HP korban dan menjualnya. Saat korban minta agar HP-nya itu dikembalikan, tersangka menyusun rencana ingin menusuk Munif.

Setelah menusuk korban tersangka meninggal temannya itu berlumuran darah dan tersungkur di dalam selokan Perum Bukit Cinere Indah, Jalan Bandung, Jumat (17/2) pagi.

Untuk itu, tersangka akan menjalani tes kejiwaan agar dapat diketahui keadaan mentalnya yang masih normal atau tidak. “Kita rencakan pekan depan tersangka akan dibawa ke pakar ahli kejiwaan dari Universitas Indonesia. Ini untuk mengetahui kondisi kejiwaannya,”ujarnya kepada Pos Kota di tengah acara peresmian gedung Sat Intelkam di Polresta Depok, Sabtu (18/2).

Sebab menurut Kombes Mulyadi, kasus ini kasus rumit sehingga jangan sampai terjadi kekisruhan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan, Komanas Perlindungan Anak juga diikutsertakan dalam pemeriksaan si bocah tersebut agar tidak terjadi salah paham.

Polres Depok sudah menetapkan MA sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Tapi karena dia amsih anak-anak maka hanya separuh masa hukuman yang akan dituntutkan.

Masih menurut Kapolres Depok, polisi juga akan menggunakan UU Perlindungan Anak dalam proses hukum. Di dalam pasal 80 produk hukum tersebut, dinyatakan bahwa tindakan pidana seperti yang A lakukan bisa diganjar hukuman penjara hingga 15 tahun penjara.(angga/b)