Monday, 12 November 2018

Jembatan Bambu Ambruk, 9 Siswa SD Hilang

Minggu, 19 Februari 2012 — 15:21 WIB
ja

BOGOR (Pos Kota) – Sebuah jembatan bambu sepanjang 30 meter yang yang menghubungkan kampus Institut Pertanian Bogor  (IPB) dengan Kampung Pabuaran, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, ambruk terbawa arus Sungai Cihideung, Minggu (19/2/2012)  pagi.

Sedikitnya sembilan warga yang hingga hendak menyeberang  masuk ke sungai dan hingga kini belum diketahui nasibnya.

Sembilan warga yang belum ditemukan: Ajay, siswa kelas III SD; Zahra bocah berusia tiga tahun  Dini, siswi kelas IV SD;  Eka, Rafi,  Umamah, Tia, Dini,  Rudi, dan Maya. Sedangan enam lainnya berhasil ditemukan.

Hingga kini  warga dan petugas sedang mencari para korban yang belum ditemukan tersebut.

Salah seorang warga yang selamat mengatakan, saat kejadian sedang bersama dengan warga yang lainnya usai memperingati acara Maulid Nabi Muhammad di kampus IPB. Namun, saat melintasi jembatan, menadak jembatan ini ambruk ke bawah. “Seketika saya pegang bamboo sebelum terbawa arus,” ujarnya Yayah, yang selamata.

Sedangkan warga lain, kata dia, terbawa arus karena jembatan yang dilintasinya langsung jatuh bersama dengan pelintasnya.  Mahdi, ketua RT setempat, mengatakan, jembatan yang terbuat dari bambu ini memang sudah lapuk. “Jembatan ini dibuat oleh swadaya masyarakat,” katanya

Hingga saat ini sudah enam orang yang berhasil diselamatkan, setelah sebelumnya terseret arus Sungai Cihideung, di Kampung Cibanteng Pabuaran, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea.

Pantauan di lapangan, saat ini petugas gabungan masih terus melakukan pencarian. Petugas gabungan yang dikerahkan diantaranya berasal dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polmas.(iwan/sir)