Friday, 16 November 2018

Mobil Tawon Dilahirkan Siswa SMK Lebak

Selasa, 21 Februari 2012 — 13:20 WIB
mt

MOBIL Tawon kini menjadi kebanggaan masyarakat Banten, khususnya warga Kabupaten Lebak, tempat mobil itu dirakit. Jajaran pemerintah pun mendorong pengembangan mobil ini. Setelah menjadikannya sebagai kendaraan operasional penunjang di Pemprov Banten maupun Kabupaten Lebak, DPRD Kota Tangerang, Jumat lalu  menggelar test-drive.

Beberapa tipe mobil yang pembuatannya juga melibatkan siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Lebak ini, meliuk-liuk di halaman Balaikota Tangerang. Bagaikan primadona, mobil Tawon menari-nari di halaman dikelilingi anggota DPRD, pegawai Pemkot, masyarakat dan wartawan dalam aksi itu.

Beberapa di antara mereka yang menyaksikan, beruntung sempat mencoba mobil mungil yang pembuatannya dimotori PT Super Grasindo Jaya. Tak ada yang kecewa setelah menjajal mobil murah tersebut. Bahkan rata-rata mereka tidak percaya kalau anak-anak SMK ikut terlibat dalam pembuatannya.

“Mobil karya anak bangsa ini harus kita dukung dan bisa dijadikan kendaraan operasional pemerintah semisal puskesmas keliling,” kata Aulia Epriya Kembara, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tangerang.

“Saya sudah coba mobil Tawon type city car, rasanya nyaman dan tarikannya juga enak. Cocok digunakan di dalam Kota Tangerang.”

Anggota DPRD dari Fraksi PKS ini akan mengupayakan agar PT Super Gasindo Jaya semakin banyak melibatkan siswa-siswa SMK di Kota Tangerang. Dia yakin kalau siswa-siswa SMK Lebak mampu, SMK lain di wilayah Tangerang atau Banten mampu dilibatkan.

BEBERAPA TIPE

Direktur Marketing PT Super Grasindo Jaya, Dewa Yuniardi menjelaskan, mobil Tawon menggunakan mesin 650cc dengan dua silinder. Mobil tipe city car mampu memuat empat orang. Selain itu ada beberapa tipe lain, misalanya model  pick up, untuk pertanian dan penumpang.

Dijelaskan kandungan lokal Tawon sudah mencapau 90 persen. Sisanya, 10 persen, merupakan komponen mesin yang diproduksi China. ”Untuk desain mobil semuanya karya dalam negeri dengan melibatkan siswa-siswa SMK Lebak,” tandasnya.

Mobil Tawon ini juga siap dipasarkan karena memang sudah lolos uji kelayakan dari Kementerian Perhubungan dan Kementrian Perindustrian. ”Bahan bakarnya irit karena menggunakan tehnologi eco power boster sehingga satu liter bensin bisa menempuh 30 km,” tambahnya.

Panjang mobil ini 3.100 mm dengan lebar 1.400 mm dan tinggi 1.720 mm. Kecepatan maksimum yang bisa dicapai 90 km per jam. Ada beberapa varian dari Tawon dengan kisaran harga Rp40 juta-Rp60 juta.

Hadirnya Tawon ini kian menambah semarak embrio mobil nasional di tanah air sebelum diproduksi secara masal. Menteri Perindustrian MS Hidayat pernah berjanji akan memamerkan mobil-mobil nasional itu. Selain Tawon tentu saja ada Kiat Esemka produksi Kiat Motor dengan siswa SMK Surakarta, GEA produksi PT Inka, Komodo dari PT Fin Komodo,  Mobira karya PT Sarimas Ahmadi Pratama, Mahator Arina dan lainnya.

(djamal/us/o/soes)

 

Foto Mobil Tawon yang bakalan meramaikan otomotif di Tanah air.(Djamal)

 

  • Raden Surya

    Kami bangga dengan siswa SMK sekarang ini…. dengan dukungan dari pemerintah smg mobil ini bisa menjadi produk dalam negeri yang mampu bersaing dan terjangkau harganya bagi masyarakat kalangan bawah.

    • kawulo Alit

      SMK mampu membuktikan bahwa mereka bisa… SALUUUUT

  • Dodybs

    salut..dech