Thursday, 20 September 2018

Mencetak Rupiah dari Lahan Tidur

Kamis, 23 Februari 2012 — 11:30 WIB
camat

AWALNYA warga hanya bermaksud memfungsikan ‘lahan tidur’ di RW 03 Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Namun belakangan justru mampu mencetak duit.

Ya, kini di lahan sekitar 4 ribuan meter persegi (M2) milik satu pengembang yang belum dimanfaatkan, telah disulap warga menjadi kebun tanaman obat keluarga (Toga), sayur mayur yang hasilnya sebagian dijual. Selebihnya dikonsumsi sendiri oleh warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Pengelolaan lahan tidur ini berkat sentuhan warga yang aktif tergabung dalam usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) Lestari sejak tahun 2009. Khususnya dari partisipasi aktif ibu-ibu rumah tangga dan penjual jamu gendong keliling yang menjadi motor di pokpel tersebut.

Komunitas ini merupakan bagian dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kelurahan Kuningan Barat dikenal dengan Gapoktan Aloevera.

Lasmi, Ketua UP2K Lestari menjelaskan, mayoritas penjual jamu gendong keliling sempat kesulitan mendapatkan bahan baku untuk pembuatan jamu.  “Daripada repot-repot nyari bahan baku jamu, mending lahan kosong ini kami saja ditanami toga dan sayur mayur,” ucap Lasmi yang kini makin sering diundang untuk memberi pelatihan dalam pembuatan jamu gendong hingga ke berbagai kota di Indonesia.

Setahun kemudian, lahan toga dengan koleksi sekitar 126 jenis tanaman dikembangkan menjadi klinik herbal. Artinya, warga lainnya bisa berkonsultasi tentang pemanfaatan sejumlah tanaman tradisional yang bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Seperti pengalaman Kartini Sutan,70, warga RW 03 yang selama ini mengeluh sering diare dan rematik. Bosan setelah berkali-kali ke dokter tapi tak kunjung sembuh, ia berkonsultasi ke Lasmi di klinik herbal.

“Rutin meminum jamu sesuai anjuran, Alhamdulillah penyakit saya pun sembuh. Bahkan saya juga sekarang ikut dagang jamu godokan dengan untung bersih sekitar Rp1,2 juta per bulan,” ungkapnya senang.

KLINIK HERBAL

Di klinik herbal ini, pengurus UP2K Lestari juga melayani pijat lulur dengan menggunakan ramuan tradisional. Mulai untuk calon pengantin, remaja putri, ibu-ibu rumah tangga hingga karyawati yang ingin tampil kinclong.

Tepat di depan kebon toga, terdapat kebun sayur sebagai lumbung bagi warga setempat. Misalnya sawi hijau, terong, selada, kangkung, bayam, kacang panjang, tomat dan bumbu dapur seperti cabe merah. Saat cabe merah sempat melonjak hingga Rp60 ribu per kilogram tahun lalu, warga di RW 03 tak perlu pusing-pusing lagi dan tinggal memetik di kebon.

Camat Mampang Prapatan, Agus Irwanto didampingi Lurah Kuningan Barat, Fachruddin mengaku sangat berapresiasi terhadap usaha mikro warga di RW 03 khususnya produk unggulan jamu gendong dan toga dalam menggenjot pendapatan keluarga. Begitu pula dengan penanaman sayur mayur yang bermanfaat sebagai asupan gizi keluarga terutama untuk balita dan anak-anak dalam proses tumbuh kembang.

“Usaha ekonomi mikro menjadi tantangan bagi kita bersama untuk mengembangkannya supaya lebih maju dan menyejahterakan masyarakat,” paparnya.

(rachmi/g/soes)

Foto: Camat Mampang Prapatan, Agus Irwanto, AP.MSi. (Rachmi)