Saturday, 20 October 2018

Ibu Gangguan Jiwa, Bayi Diasuh Panti Sosial

Jumat, 24 Februari 2012 — 16:40 WIB
bayi

PASAR MINGGU (Pos Kota) – Terlahir dari pasangan orangtua yang mengidap kelainan jiwa, nyaris membuat nyawa Muchlis Abdillah, terancam.

Beruntung bayi yang lahir pada Rabu (22/2) dari pasangan Neneng dan Asep ini cepat mendapat perhatian dan bantuan masyarakat di RW 08 Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Tak hanya mengalami gangguan mental, ternyata orangtua bayi Muchlis Abdillah merupakan tuna wisma yang sering berkeliling di sekitar Jln Masjid Al Makmur RT 01/08 Pejaten Timur.

Bachtiar, pengurus yayasan sosial di Jl Masjid Al Makmur RT 01 RW 08, Pejaten Timur menjelaskan,¬† awalnya sering melihat kedua orangtua Muchlis mondar mandir di sekitar kantor yayasan itu. “Pada Rabu pagi, Neneng berguling-guling di jalanan dan meraung-raung kesakitan karena sudah waktunya melahirkan. Lalu kami bawa ke RSUD Pasar Rebo,” katanya, Jumat (24/2).

Bahtiar dan pengurus yayasan sepakat menamai bayi itu Muchlis Abdillah.

Semula pengurus bermaksud merawat bayi yang malang itu. Hal ini sesuai anjuran dokter yang melarang bayi dirawat sang ibu khawatir bisa dicelakai.

Namun mereka kebingungan karena dana yayasan terbatas. “Kami tak berdaya karena mengurus bayi kan membutuhkan biaya yang tak sedikit. Padahal dana kami pas-pasan,” ujar Bahtiar yang langsung menghubungi Sudin Sosial Jaksel untuk dapat mengurus orok itu.

Kasudin Sosial Jaksel, Abdurrahman Anwar didampingi Kasie Pelayanan Rehabilitasi Sosial, Miftahul Huda mengatakan, setelah dihubungi yayasan tersebut pihaknya langsung menjemput Mukhlis. Lalu menitipkannya ke Panti sosial asuhan anak balita Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta di Jl Bina Marga Cipayung, Jaktim.

“Kami sedang membujuk orangtua bayi agar mau juga dibawa ke panti sosial,” tutur Rahman.

(rachmi/sir)

Teks foto: Petugas Sudin Sosial Jaksel amankan bayi dari pasangan penderita gangguan jiwa. (rachmi)