Sunday, 18 November 2018

BBM Akan Naik, Perajin Tahu Tempe Cemas

Senin, 27 Februari 2012 — 18:01 WIB
Tempe Goreng Sukabumi-n

SUKABUMI (Pos Kota) – Ratusan pengrajin tahu tempa di Sukabumi, Jawa Barat dirundung cemas. Kondisi itu terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, kenaikan  BBM dipastikan akan berimbas kepada biaya produksi dan harga jual.

Berdasarkan data Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Sukabumi jumlah pengrajin tahu tempe di Sukabumi mencapai 400 pengrajin. Rinciannya, sebanyak 150 pengrajin di Kota Sukabumi,  dan sisanya terdapat di Kabupaten Sukabumi.

“Tentu saja dengan kenaikan biaya produksi akan berpengaruh kepada harga penjualan. Imbasnya, jumlah penjualan akan menurun,” kata Manajer Kopti Sukabumi, Muhammad Badar, Senin (27/2).

Terlebih, pasokan kedelai untuk pembuatan tahu tempe di Sukabumi mengandalkan impor kedelai dari luar negeri.  Pasokan kedelai dari impor mencapai 90 persen.

“Harga kedelai impor saat ini dijual Rp 5.800 hingga Rp 5.900 per kilogram dari sebelumnya Rp 5.700 per kilogram. Cenderung harga kedelai ini akan terus naik,” ujarnya.

Disebutkan Badar, kenaikan harga BBM dikhawatirkan lebih memperburuk kondisi para pengrajin tahu tempe . Sebab, saat ini saja   kondisi pasar sepi.

“Saat ini saja di pasaran sudah menurun sekitar 10 persen hingga 15 persen. Faktornya banyak, salah satunya cuaca buruk. Makanya kami lebih khawatir lagi ketika BBM naik tentu saja akan menaikan biaya produksi,” keluhnya. (sule/dms)