Sunday, 17 February 2019

BTMP Serpong Ujian Terakhir Mobil Esemka

Selasa, 28 Februari 2012 — 9:18 WIB
esemkaa

NAMA Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Serpong, Tangerang, dalam beberapa hari ini gencar diberitakan. Gencarnya penyebutan BTMP itu tidak lain karena terkait dengan uji emisi mobil Esemka Rajawali 1.5 tipe Sport Utility Vahicle (SUV) yang merupakan produk siswa-siswa SMK 2 Surakarta.

Setelah menempuh perjalanan Solo-Jakarta, mobil yang menghebohkan industri otomotif tanah air itu memasuki tahap akhir tehnologi. Hasil uji itu nantinya akan menjadi landasan bagi pemerintah, dalam hal ini Direktur Jenderal Perhubungan Darat  untuk mengeluarkan sertifikat kelaikan jalan sekaligus layak produksi.

Di BTMP ini Esemka akan menjalani sejumlah uji kemampuan mulai emisi yang berarti pengujian kinerja mesin dan efektifitas bekerja (bakar) mesin hingga menghasilkan gas buang. Dalamuji emisi ini juga akan dilakukan percobaan dan analisa berbagai jenis bahan bakar alternative. Demikian pula analisa pelepasan energy pembakaran, tekanan silinder dan peningkatan kompetensi dalam pengujain kendaraan secara utuh termasuk soal uji percepatan dan uji pengereman.

Termasuk pengujian  pula soal gesekan motor pada komponen kendaraan dan uji komponen kelistrikan. Hal ini untuk mengetahui kemampuan unjuk kerja mesin dan kelistrikan yang ada.

Uji di BTMP ini merupakan tahapan akhir dari 11 uji sebelumnya untuk mendapatkan surat uji tipe (SUT) sebagai syarat mobil bisa diproduksi secara masal.  “BTMP merupakan salah satu balai di BPPT yang melayani permintaan masyarakat akan uji kelaikan kendaraan. Uji ini wajib dilakukan untuk mengetahui kelaikan suatu kendaraan guna keselamatan dan keamanan pengemudi jika nantinya akan di produksi massal,” ujar Kepala BTMP  BPPT Rizqon Fajar.

Setiap mobil yang akan diproduksi harus menjalani prosedur ini. “Regulasinya sama untuk semua mobil. Tinggi rendahnya emisi yang keluar nanti akan menentukan laik tidaknya kendaraan tersebut,” katanya. “Tapi nanti yang berwenang mengeluarkan sertifikat kelaikannya berdasarkan uji tipe emisi ini Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan.”

Kepala laboratorium Motor Bakar, BTMP  BPPT Taufik Suryanto mengatakan  mobil Esemka yang datang dari Solo, perlu memasuki tahap “soaking” atau dikondisikan minimal 6 jam supaya kondisi mesin mempunyai suhu yang sama dengan lingkungan pengujian.
“Pengujian ini untuk mengetahui emisi yang keluar dan data emisi tersebut dianalisa untuk diketahui nilai konsentrasi emisi. Demikian juga pengujian lainnya untuk selanjutnya hasilnya akan disampaikan ke pihak Kementerian Perhubungan sebagai saksi pengujian,” terang taufik.

LAYAK PRODUKSI
Sebelum menjalani uji di BTMP, mobil dibawa langsung dari Solo sekaligus test drive. Mobil dikemudikan bergantian antara Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Anggota Komisi I DPR Roy Suryo. Menurut Rudyatmo, bahan bakar yang digunakan adalah jenis Pertamax. Perjalanan ditempuh sekitar 18 jam. Setiap 100 kilo meter dilakukan istirahat.

“Saya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa kendaraan ini memang layak diproduksi secara missal,” kata Rudyatmo. “Ini terbuikti selama perjalanan yang berliku-liku dan naik turun di Alas Roban tak ada masalah.”
Kecepatan mobil dalam perjalanan rata-rata adalah 70 kilo meter per jam. Tapi saat berada di Tol Semarang, Roy Suryo yang mengemudikan mobil itu sempat memacu hingga keepatan 120 km per jam.

“Secara umum masih sangat stabil dengan kecepatan itu. Artinya mobil itu sangat layak. Kalau pun ada kekurangan sangat tidak prinsip. Misalnya soal lampu atau soal footrest yang kurang lega,” kata anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat itu.”

(untung/o)