Thursday, 22 November 2018

Rencana BBM Naik, Perajin Tahu-Tempe Dirundung Cemas

Selasa, 28 Februari 2012 — 0:29 WIB
ilusrencana

SUKABUMI (Pos Kota) – Ratusan pengrajin tahu tempa di Sukabumi, Jawa Barat dirundung cemas. Kondisi itu terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, kenaikan BBM dipastikan akan berimbas kepada biaya produksi dan harga jual.

Berdasarkan data Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Sukabumi jumlah pengrajin tahu tempe di Sukabumi mencapai 400 orang. Rinciannya, 150 pengrajin di Kota Sukabumi, dan sisanya terdapat di Kabupaten Sukabumi.

“Tentu saja dengan kenaikan biaya produksi akan berpengaruh kepada harga penjualan. Imbasnya, jumlah penjualan akan menurun,” kata Manajer Kopti Sukabumi, Muhammad Badar, Senin (27/2).

Terlebih, pasokan kedelai untuk pembuatan tahu tempe di Sukabumi mengandalkan kedelai impor bahkan mencapai 90 persen.

“Harga kedelai impor saat ini dijual Rp 5.800 hingga Rp 5.900 per kilogram dari sebelumnya Rp 5.700 per kilogram. Cenderung harga kedelai ini akan terus naik,” ujarnya.

Disebutkan Badar, kenaikan harga BBM dikhawatirkan lebih memperburuk kondisi pengrajin tahu tempe . Sebab, saat ini saja kondisi pasar sepi. “Saat ini saja di pasaran sudah menurun sekitar 10 persen hingga 15 persen. Faktornya banyak, salah satunya cuaca buruk. Makanya kami lebih khawatir lagi ketika BBM naik tentu saja akan menaikan biaya produksi,” keluhnya. (sule/b)

TEKS:Pengrajin tempe khawatir kenaikan BBM akan berimbas kepada penjualan menurun dikarenakan harga kedelai akan merangkak naik