Monday, 24 September 2018

Syarifuddin Divonis 4 Tahun Penjara

Selasa, 28 Februari 2012 — 13:57 WIB
syarifuddin-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis kepada  hakim (nonaktif) Syarifuddin selama empat tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider empat bulan penjara.

Vonis  lebih ringan 16 tahun penjara dari tuntutan penuntut umum agar Syarifuddin divonis 20 tahun penjara. Majelis hakim hanya menyatakan Syarifuddin terbukti menerima uang dari kurator Puguh Wiryawan sebesar Rp250 juta.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi seperti diatur dalam dakwaan ke empat yaitu pasal 5 ayat 2 UU Pemberantasan Korupsi,” ujar Hakim Ketua Gus Rizal saat membacakan vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Dari dakwaan Syarifuddin yaitu pasal 12 huruf a, b, c, dan atau Pasal 6 ayat 2 dan atau Pasal 5 ayat 2 huruf a jo Pasal 18 ayat 1 huruf a dan atau Pasal 11 jo Pasal 18 ayat 1 huruf a Undang-Undang No.31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, majelis hakim menyatakan, terdakwa hanya terbukti melanggar pasal 5 ayat 2 junto pasal 5 ayat 1 huruf b.

Hakim menyatakan uang tersebut diberikan Puguh bukan dengan maksud agar terdakwa mengubah keputusan persetujuan perubahan atas aset pailit PT SCI, berupa dua bidang tanah SHGB 5512 atas nama PT SCI dan SHGB 7251 atas nama PT Tanata Cempaka Saputra, menjadi aset non-boedel pailit tanpa penetapan pengadilan. Menurut majelis hakim, itu memang bukan kewenangan hakim pengawas melainkan kewenangan hakim pemutus.

“Terdakwa tidak mengeluarkan produk apapun dan tetap menyatakan bahwa harta itu sebagai pailit. Pemberian uang itu bukan maksud untuk merubah status aset kepailitan,” kata hakim Tati Hadiyanti.

(rizal/sir)