Situs Kuta Tandingan Awalnya Karawang

Selasa, 6 Maret 2012
ilussitus

SITUS Kuta Tandingan di Desa Mulyasejati Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang Jawa Barat, diperkirakan merupakan peninggalan kerajaan kecil dalam Kekuasaan Kerajaan Pajajaran, yang bernama Kerajaan Kuta Tandingan Jaya.

Kerajaan tersebut diperintah oleh Patih Panatayuda, dibantu oleh Patih Purnakuta dan Patih Mangkubumi dengan penasehat Pamanah Rasa dan Jaksa Imbang Kencana.

Menjelang keruntuhan Pajajaran, Kerajaan Kuta Tandingan Jaya melepaskan diri atau diambil alih oleh tentara Kesultanan Banten yang dipimpin oleh Syech Maulana Yusuf, sebab pada tahun 1626 daerah Udug – udug dijadikan Markas Tentara Kesultanan Banten dibawah pimipinan Pager Gunung atau lebih dikenal dengan Pangeran Puger.

Daerah Udug – udug merupakan tempat yang strategis untuk pengawasan lalu lintas perahu di Sungai Citarum, dari daerah ini Pasukan Tentara Kesultanan Banten menyerang Sumedang Larang juga merupakan Pos Pertahanan untuk menangkal serangan balik dari Sumedang Larang dan Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Sultan Agung.

Di daerah ini Banyak ditemukan goa – goa Vertikal atau biasa disebut Luweng, yang belum dijamah ataupun diteliti kedalamannya. Lokasi Situs Kuta Tandingan terletak di Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel 38 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang.

“Nun jauh disana terlihat bentangan kaki gunung memanjang membatasi kota karawang, Purwakarta dan Bekasi, perbukitan yang menyimpan misteri yang belum terpecahkan dari generasi ke generasi, seakan enggan menampakan jati dirinya yang terus bersembunyi dibalik rimbunnya belukar, cerita dari kakek ke cucu dari cucu ke cicit terus menggema seakan tak pernah habis-habisnya, hal ini-lah yang menambah penasaran bagi seseorang yang menyenangi makna akan sejarah nenek moyangnya.

Nama Kutatandingan mungkin sudah tidak asing ditelinga orang Karawang, legenda-kah, atau hanya mitos belaka. Konon katanya Kota Karawang mulai terbentuk di tempat itu.

Konon di tempat itu, Senopati KERTABUMI III (ayahanda Prabu Singaperbangsa) mendirikan Kadipaten Karawang pertama, tepatnya di daerah udug-udug yang sekarang berganti nama menjadi Desa Mulyasejati.

Daerah perbukitan Kutatandingan sekarang kepengurusannya di tangani Perhutani ini menjadi ladang andalan penduduk sekitarnya, hasil hutan dan perkebunan serta palawija hasilnya mereka jual, cukup untuk menghidupi keseharian penduduk Dusun Cisoga dan Kutajati,

DUA JAM

Perjalan ditempuh hampir 2 jam, baru ditemukan jalan berbatu yang tertata rapi, batu-batu yang sangat unik mungkin disusun ratusan tahu yang lalu… mulailah aura magic aku rasakan sepanjang jalan itu yang dikanan-kirinya berjejer pohon pinus serta mahoni membawa suasana seakan kembali kejaman dulu.

Tak lama setelah kami menyusuri Jalan Purwa, tak sampai 1 Km kami menemukan jalan yang menanjak orang disana bilang Tanjakan sambernyawa, jalan terbuat dari batu seperti ditatah atau di ratakan cukup merepotkan apalagi hujan terus mengiringi perjalanan kami.

Tanjakan yang mempunyai kecuraman hampir 80 derajat sempat merepotkan perjalanan, setetelah kami lalui tanjakan sambernyawa antara dua ratus meter tibalah di Kutajati, sebuah dusun/patilasan yang cukup mengesankan hati.

Seperti diberitakan dalam goa ini kemarin empat pengunjungnya tewas karena terjebak banjir. Tiga dari korban diduga sedang bersemedi bersama teman-temannya dalam rangka mencari “ilmu” . Sedangkan seorang lagi adalah kuncen goa tersebut.(nourkinan, dari berbagai sumber)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.