Saturday, 20 October 2018

Enam Prajurit Inggris Tewas di Afganistan

Rabu, 7 Maret 2012 — 23:36 WIB
British Soldiers05

KABUL  – Enam tentara Inggris tewas dalam ledakan di Helmand, provinsi Afghanistan selatan.  Kementerian pertahanan Inggris, menyatakan, ke-6 prajurit itu tewas merupakan korban serangan paling mematikan terhadap pasukan negara itu dalam lima tahun terakhir.

Sebuah ledakan terpisah di sebuah pasar yang ramai di negara tetangga provinsi Kandahar menewaskan empat warga sipil dan melukai sembilan lainnya, para pejabat provinsi mengatakan.

Para prajurit yang menjadi korban itu tengah berpatroli di distrik Gereshk Helmand pada Selasa (7/3) ketika kendaraan lapis baja mereka terkena ledakan , demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris itu, Rabu (8/3).

“Salah satu Warriors [kendaraan lapis baja] mengalami kerusakan parah dalam ledakan itu,” kata Brigadir Patrick Sanders, komandan Satuan Tugas Helmand, kepada wartawan di ibukota provinsi Lashkar Gah.

Mohammad Ismail Hotak, seorang pejabat polisi senior Afghanistan di Helmand, mengatakan ledakan itu disebabkan oleh bom yang ditanam di pinggir jalan.

Namun, wartawan Al Jazeera Bernard Smith, melaporkan dari ibukota Kabul, ada kebingungan mengenai penyebab ledakan itu.

Pasukan Inggris di wilayah Helmand, Afganistan SelatanReuters

Para prajurit yang keluar dari kendaraan lapis baja itu berada hampir 500m di luar lokasi ledakan yang sangat besar, katanya.  “Kami tidak yakin apakah ini akibat bom yang meledak di jalan atau sesuatu yang lain,” kata Smith.

Aljazeera kemudian melaporkan, pihak berwenang Afghanistan ia telah berbicara dengan menyarankan bahwa karena ledakan terjadi begitu dekat dengan lokasi, yang dipantau oleh kamera televisi sirkuit dekat, itu akan sangat sulit bagi siapa pun untuk menanam bom buatan sendiri.

TERUS BERTAMBAH

Di London, Perdana Menteri Inggris, David Cameron,  mengatakan kepada penyiar Inggris BBC, peristiwa ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi negara kita “dan sangat sedih, tentu saja, bagi keluarga yang bersangkutan.”

Pasukan tempur asing dijadwalkan meninggalkan Afghanistan pada akhir 2014, tapi keraguan tetap ada pada kemampuan tentara dan polisi Afghanistan untuk mengontrol negeri yang terus digerus konflik itu .

Sebagian besar dari 9.500 tentara Inggris saat ini bergabung dengan pasukan kalisi pimpinan NATO yang berbasis di Helmand.

Kematian ke-6 prajurit kali ini membawa jumlah pasukan Inggris yang tewas saat bertugas di Afghanistan ke angka lebih dari 400 prajurit, sejak invasi pimpinan AS menggulingkan Taliban pada Oktober 2001.

Insiden ini juga akan menjadi serangan paling mematikan pada pasukan Inggris sejak 2006.

Sejauh tahun ini, sudah 54 tentara NATO tewas di Afghanistan, termasuk 38 dari AS dan empat dari Inggris. (AJ/dms)