Monday, 18 June 2018

Kamar Singgah Majikan

Rabu, 7 Maret 2012 — 22:13 WIB
nah-ini 8 maret

– Umur istri jauh lebih tua sering bikin lelaki kecewa. Macam Sarip, 30 (bukan nama sebenarnya), ini misalnya. Untuk pelampiasan, dia kemudian menjadikan ruang tidur pembantunya jadi kamar singgah. Tapi mana ada istri rela suami kelayapan ke kamar pembantunya, sehingga ulah Sarip (bukan nama sebenarnya) dilaporkan istri ke Polres Denpasar (Bali).

Buat rumahtangga modern, memisahkan kamar tidur pembantu dengan kamar majikan sudah menjadi keharusan. Bukannya karena mendikotomikan majikan dan pembantu, tapi semua ini juga dalan rangka etika dan keamanan. Ini terutama untuk menghadapi para majikan lelaki yang celutak suka kelayapan ke kamar-kamar pembantu segala. Memangnya cari apa sih malam-malam gerumutan ke sana?

Sarip warga Jalan Nyangyang Sari, Kuta, Bali, rupanya termasuk lelaki yang doyan kelayapan ke kamar pembantunya, Sarmi, 20. Padahal di kala gadis TKW domestik itu belum kerja di rumahnya, nyaris dia tak pernah ke kamar itu. Kamar tersebut dibiarkan kosong menjadi gudang. Tapi setelah Sarmi tinggal di kamar tersebut, diam-diam ruang itu disulapnya menjadi gudang asmara!

Ya, Sarip memang merasa menemukan sesuatu yang baru di rumahnya. Selama ini, dia jenuh jadi kepala rumahtangga. Masalahnya, dia menikah dengan  Tami, 38 (bukan nama sebenarnya), bukan berdasarkan cinta, melainkan pertimbangan ekonomi. Dirinya yang belum punya kerja jelas, dijodohkan dengan janda lumayan kaya dan punya penghasilan tetap, tak bisa menolak. Kata keluarga yang kala itu selalu mendorongnya, “Jadi suami Tami, nganggur pun tak masalah, yang penting kamu rajin minum jamu kuat lelaki.”

Memang sih, setelah jadi suami Tami, dia tampil sebagai lelaki yang manja. Istri tak menuntut dia mencari kerja, karena yang penting bisa “ngerjai” istri. Cuma agar tidak nampak pengangguran, Sarip diminta bantu-bantu usaha istrinya. Namun tugas intinya, tak lain jadi “pejantan” semata. Konsekuensinya, manakala istri butuh dia harus siap memuaskannya. Ibarat pilot dalam dunia penerbangan, manakala landasan sudah siap, “roda” Sarip harus segera dikeluarkan untuk landing.

Tapi dengan istri yang jauh lebih tua, dan tampang biasa-biasa saja, sungguh bikin jenuh Sarip. Pilot sih mau saja landing kapan saja, asal menara sudah memberi perintah. Tapi jika “landasan”-nya begitu-begitu saja, bagaimana tidak bosan? Melihat tampang dan bodi istrinya, Sarip selalu merasa jarak pandang terlalu pendek. Karenanya, pendaratan sering gagal.

Tapi begitu istri mengambil pembantu si Sarmi, mendadak Sarip merasa ada medan pendaratan yang sangat ideal dan menjanjikan. Sejak itu diam-diam dia suka mengunjungi “landasan” di kamar belakang. Awalnya Sarmi menolak, tapi karena selalu dirayu dan dirayu, akhirnya TKW domestik itu tak menolak jadi pendaratan darurat. Dan Sarip memang paling gemar dengan pendaratan perut, wong nyatanya juga bebas percikan api.

Lama-lama hobi  Sarip menjadikan ruang pembantu sebagai kamar singgah ketahuan istri. Ini terjadi beberapa hari lalu, saat Tami terbangun tengah malam kok suami tak ada di kamar. Begitu dicari ke belakang, e Sarip asyik tidur-tiduran di kamar pembantu. Melihat bajunya yang acak-acakan, sepertinya dia baru saja menyetubuhi Sarmi. Tak kuatlah Tami membayangkan lebih jauh, sehingga akhirnya dia melaporkan skandal ini ke Polresta Denpasar. “Lapor Pak, suamiku selingkuh dengan pembantu,” kata Tami di depan polisi.

Pembantu rumahtangga atau pembantu bupati? Yang jelas dong. (HS/Gunarso TS)

  • Anonymous

    banyak lagi suami ng-babu kayak gini…..hati2 kalo ketahuan….siallllllll