Monday, 24 September 2018

BKC: Kecerdasan Rendah Hati, Disiplin dan Prestasi

Kamis, 8 Maret 2012 — 12:13 WIB
ali

KARATE bukan sekadar olahraga dan bela diri, tapi juga kecerdasan, rendah hati, disiplin dan prestasi. Itulah yang
ditanamkan dalam perguruan Bandung Karate Club (BKC) Kabupaten Bekasi Jawa Barat yang kini tengah meroket namanya
di tengah-tengah masyarakat Bekasi, baik di lingkungan sosial maupun di lembaga-lembaga pendidikan.

Berkembang dan diterimanya perguruan BKC di daerah ini, tak lepas dari upaya Alex W yang harus bersusah-payah melewati proses panjang dalam mensosialisasikan karate di tengah-tengah masyarakat, didampingi sang isteri, Ny. Niken yang selalu membantunya.

Penyandang DAN V ini bahkan pernah harus menumpang di rumah-rumah orang demi memperkenalkan karate BKC. Pahit getirnya untuk meraih kepercayaan masyarakat memang memerlukan kesabaran dan pengorbanan. Yang terpenting katanya, harus menunjukkan komitmen, sekali melatih, tetap melatih meski yang datang hanya seorang.

Hampir 15 tahun berupaya mensosialisasikan BKC di Bekasi, khususnya di bagian Utara. Hasilnya sekarang, puluhan
dojo telah berdiri, baik di lingkungan pemukiman, lembagapendidikan sampai perkantoran. BKC telah mendapat tempat
khusus di hati para penggemar karate.

“Setelah mulai berhasil mensosialisasikan karate, target selanjutnya adalah prestasi. Saya ingin para karateka bukan hanya sekadar bisa berkarate, tapi juga kita beri kesempatan untuk berprestasi. Dan hasilnya, cukup siginifikan. Beberapa karateka yang punya potensi dipersiapkan jadi atlet, sudah mampu membawa nama perguruan sampai ke jenjang nasional,” terang Alex pada Pos Kota.

SIRKUIT INTERNAL

Dia menyebut, lewat karateka Azzachrul Aziv Harahap alias Arul, perguruan BKC Bekasi sudah bisa bersaing di level
nasional dengan merebut medali perak di kelas Pra Pemula IPB Cup 2011 lalu. Belum lagi prestasi lainnya.

“Kami memang belum banyak menuai medali, karena persiapan untuk prestasi dan pembinaan atlet memang masih
baru. Kami masih memerlukan waktu untuk bisa melahirkan atlet- atlet handal. Sekarang masih bibitnya saja yang muncul, mereka
akan diarahkan menjadi atlet dengan latihan khusus dan disertakan ke even-even turnamen, baik tingkat provinsi maupun
ke tingkat nasional,” beber Alex lagi.

Guna menjaring bibit-bibit potensial itulah, pihak perguruan BKC kini sudah punya agenda tetap berupa kejuaraan sirkuit
internal se-kabupaten Bekasi yang didukung oleh lapisan masyarakat, lembaga pendidikan atau sekolah-sekolah sampai
birokrat dan legislatif.

“Pada gelaran perdana ini, pemenangnya memang masih didominasi atlet-atlet yang sudah punya jam terbang di tingkat
provinsi dan kejuaraan open nasional. Tapi ada beberapa wajah baru yang muncul secara mengagetkan. Itulah salah satu
fungsinya kejuaraan ini,” lanjutnya lagi.
Tekad dan semangat Alex untuk mensosialisasikan BKC tentu saja mendapat dukungan penuh dari pendiri perguruan yang lahir tahun 1966, Iwa Rahadian Arsanata.

“BKC harus bisa tumbuh berkembang dan mengakar di lingkungan masyarakat. Maka eksistensinya harus tetap dijaga.
Untuk mendapatkan kepercayaan itu memang tidak gampang,tapi juga sebetulnya nggak terlalu sulit, asal niat kita tulus sebagai
duta olahraga,” jelas Alex yang juga berkecimpung di dunia pendidikan ini.

(ali nurdin/g)

Teks foto: Alex W (tengah) bersama para atlet berprestasi seusai sirkuit di Bekasi belum lama ini.(ali) .