Tuesday, 20 November 2018

Warga Minta KA Berhenti di Stasiun Bekasi

Jumat, 9 Maret 2012 — 23:51 WIB

BEKASI (Pos Kota) – Penumpang kereta api tujuan Jawa Tengah mendesak agar keberangkatan dari Stasiun Bekasi diberlakukan kembali. Pasalnya, sejak pemberhentian di stasiun itu ditutup 7 Maret, masyarakat harus mengeluarkan ongkos lebih, waktu dan tenaga untuk ke Stasiun Senen atau Tanahabang.

“Kami minta kereta tujuan Jawa Tengah bisa berhenti dulu di Stasiun Bekasi. Kalau kami warga Bekasi harus ke Stasiun Senen atau Tanahabang, buang-buang waktu. Ke Jakarta kan macet,” kata Dedy Sujana, warga Bekasi Utara, Jumat (8/3).

Enam kereta tujuan Jawa Tengah yang biasa berhenti di Stasiun Bekasi, tidak lagi berhenti di stasiun tersebut sejak 7 Maret. Kereta langsung berangkat dari Stasiun Senen dan Tanahabang.

Enam kereta jurusan Jawa tersebut masing-masing Fajar Utama Semarang (Jakarta-Semarang), Fajar Djogja (Jakarta-Djogjakarta), Purmojaya (Jakarta-Cilacap), Sawung Galih (Jakarta-Kutohardjo), Gajah Wong (Jakarta-Djogjakarta) dan Purmojaya (Jakarta-Purwokerto).

Kalaupun warga dari Bekasi akan ke Stasiun Senen dengan menggunakan kereta, juga keberatan. “Kalau kami ke Stasiun Senen, nggak ada kereta yang langsung tapi harus turun di Stasiun Jatinegara, kemudian naik lagi yang jurusan Senen,” kata Imam, warga Margahayu.

Jika warga harus turun naik kereta, saat membawa barang pastinya merepotkan. “Akan lebih baik dan menghemat segalanya bila naik dari Stasiun Bekasi,” lanjutnya.

Walaupun kereta tersebut tidak lagi berhenti di Bekasi, namun untuk loket tiket kereta tujuan luar kota tetap dibuka di Stasiun Bekasi. “Kalau untuk pemesanan atau pembelian tiket luar kota masih bisa beli di sini, hanya untuk keberangkatannya silahkan langsung ke Stasiun Senen atau Stasiun Tanahabang),” jelas Wakil Kepala Stasiun Besar Bekasi Dwi Effendi.

Adapun tidak berhentinya kereta-kereta tersebut, menurut Dwi, sebagai upaya memberi kenyamanan dan keselamatan bagi penumpang. “Ini juga untuk meminimalisasi keterlambatan jadwal kedatangan kereta,” jelasnya.

Dengan seringnya kereta berhenti di tiap stasiun, akan memperlambat jadwal kedatangan kereta. “Ini kebijakan dari pusat, kami hanya melaksanakan saja,” lanjut Dwi. (Dieni)