Friday, 16 November 2018

Cuaca Buruk, Nelayan Indramayu Takut Melaut

Rabu, 14 Maret 2012 — 0:43 WIB
iluscuaca

INDRAMAYU (Pos Kota) – Cuaca buruk yang ditandai ombak laut yang tinggi, kencangnya tiupan angin dan disertai hujan, lagi-lagi merintangi niat ratusan nelayan Indramayu, Jawa Barat yang akan berangkat mencari hasil tangkapan di laut.

Akibat cuaca buruk tersebut, tidak sedikit nelayan khususnya nelayan kecil yang tinggal di sekitar muara sungai di kawasan pesisir Desa Eretan Wetan, Eretan Kulon, Sukahaji dan Cemara kini hidupnya kian melarat dan banyak hutang.

Rupanya nelayan dan buruh nelayan itu memilih menganggur dan ogah berangkat mencari hasil tangkapan laut karena resiko yang harus ditanggung pada saat menghadapi kondisi cuaca buruk itu terlalu besar.

“Kalau dipaksakan berangkat ke laut dengan kondisi cuaca buruk itu resikonya terlalu besar dan tak sebanding dengan hasil yang dibawa pulang,” ujar Karpan, 38 salah seorang nelayan jaring rampus di Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Indramayu.

Disebutkan, cuaca buruk membuat ikan, cumi-cumi atau rajungan yang menjadi sasaran tangkap nelayan kecil itu keberadaanya semakin menjauh ke tengah laut. Ia menyebut percuma mengejar-ngejar ikan atau rajungan yang terbawa arus ke tengah laut karena kondisi ombak yang tinggi mencapai 1,5 meter hingga 2 meter.

Perahu kecil seukuran lebar 125 Cm dan panjang 7 meter paling banter hanya mencari hasil tangkapan laut di pinggir laut yang berjarak sekitar 2 km – 4 Km dari garis pantai. Lebih dari itu, perahu nelayan sering diombang-ambing ombak besar. Perahu nelayan sering mengalami kecelakaaan di laut seperti perahu terbalik.

Bagi nelayan cuaca buruk berarti malapetaka. Terlebih karena umumnya mereka tidak punya keahlian selain menjadi nelayan. Paling banter mereka hanya bisa jadi kuli serabutan. Oleh karena itu mereka memilih menganggur di rumah. (taryani).-