Sunday, 18 November 2018

Tumpas, Pendiri ‘Sepeda Gunung Jalan Tanah’

Gelar Track Sepeda Malam Hari

Rabu, 14 Maret 2012 — 11:49 WIB
komunitas-1

SATU ide yang mungkin sedikit gila namun sudah lama dirancang Tumpas adalah menggelar sepeda gunung di malam hari. Niat itu sudah lama menggelayuti benak pria ini.

Bersepeda gunung di malam hari dengan melalui sejumlah jalur yang ekstrem, merupakan sesuatu yang menantang dan menarik.  Tumpas berpendapat, dia ingin menciptakan olahraga sepeda malam hari untuk mencari suasana yang berbeda.

Tumpas mengaku idenya akan banyak diminati penggila sepeda alam.  “Rencana pada bulan puasa nanti kita sudah mulai rute malam tersebut. Kita juga nanti akan menyediakan bengkel sepeda buat anggota,” ucapnya.

Komunitas Sepeda Gunung Jalan Tanah, dengan pendiri Tumpas, di awal pertama dengan anggotanya dr. Untung, Surya Loga, H. Iwan, Androw, Adhin, Bambi, dan Arif. Komunitas ini terus berkembang dengan jumlah anggota yang semakin banyak.

Tempat berkumpulnya komunitas ini, di warung gabus pindang yang ada di Leuwinanggung, Tapos dan Rest Area di warung oncom Bu Rohaya di Bojong Nangka, Gunung Putri, Kab. Bogor.

Tumpas,47, mengatakan komunitas sepeda yang telah dibentuknya bersifat terbuka, siapa saja dan dari kalangan mana saja bisa menjadi anggota asal mencintai olahraga sepeda. Dari awal sekadar hobi bersepeda, kini dari komunitasnya telah banyak melahirkan pemain sepeda gunung yang profesional.

“Kita mendirikan perkumpulan olahraga sepeda, yang utama karena banyak manfaat untuk kesehatan badan, hobi  dan sekaligus dapat menciptakan suasana kekeluargaan serta kebersamaan sesama pencinta sepeda,”ujarnya kepada Pos Kota.

(angga/g)

Teks Gbr- Bersepeda sambil melintasi alam memadukan hobi, olahraga dan tantangan.(angga)