Friday, 16 November 2018

Menebar Virus Buat Penggila Sepeda Gunung

Rabu, 14 Maret 2012 — 12:01 WIB
komunitas-3

KOMUNITAS sepeda ini awalnya adalah mereka yang hobi bersepeda santai biasa. Namun dari kongkow-kongkow di antara mereka, akhirnya terbentuklah sebuah komunitas ‘Sepeda Gunung Jalan Tanah’. Seperti namanya, perkumpulan sepeda ini adalah penggila berat sepeda gunung yang melalap kawasan perbukitan di alam belantara.

Komunitas ‘Sepeda Gunung Jalan Tanah’ yang digagas Tumpas ini, terbentuk tahun 2004 lalu. Kegiatan sepeda gunung yang awalnya hanya beranggotakan dua tiga orang ini terus bertambah banyak. Bahkan dari komunitas ini lahir kelompok-kelompok baru penggila sepeda seperti, Bumi Cimanggis Indah (BCI), Mogen dan Ente Nanjak Terus (ENT). Komunitas ini bermukim di sejumlah perumahan yang ada di kawasan Cimanggis Depok.

Awalnya Tumpas melanglang buana ke sejumlah daerah untuk mencari track atau jalur sepeda seorang diri. Keinginan Tumpas yang kuat untuk membangun jalur sepeda di alam terbuka yang menantang itu, kemudian didukung pula Iwan dan dr. Untung. Mereka lah yang kemudian membangun jalur sepeda melalap pinggir Tol Cimanggis, Tapos, Cikuda hingga Cikeas.

Langkah yang diambil Tumpas dan kawan-kawan, dengan cepat menebarkan virus sepeda gunung kepada para penggemarnya. Beberapa tahun terakhir ini, jalur yang semula hanya dilalui oleh komunitas Sepeda Gunung Jalan Tanah, kini banyak diminati penggemar sepeda gunung dari daerah Tangerang, Bekasi dan Jakarta. Tumpas mengaku senang, karena Jalan Tanah ternyata sukses menjalankan misinya menebar virus sepeda untuk olahraga dan kesehatan.

GEMAR PETUALANGAN

Bagi penggemar sepeda yang gila akan nuansa petualangan atau adventure sekaligus menantang, dengan tangan terbuka diterima komunitas Sepeda Gunung Jalan Tanah untuk mencoba menjajal trac yang sudah dibangun mereka. Rute jalan yang diambil sangat menantang dan mengundang ardenalin, karena jalan yang dilewati merupakan struktur tanah yang basah dan melewati jalur-jalur setapak yang ekstrem.

Pecinta sepeda cross country yang telah bergabung di komunitas Sepeda Gunung Jalan Tanah kini beranggotakan 30 orang. Karena itu tadi, banyak yang akhirnya membentuk komunitas sepeda sendiri-sendiri.  Namun bagi Tumpas itu tidak masalah. Karena menurutnya yang lebih penting misi menjadikan sepeda menjadi olahraga dan kesehatan itu berhasil.

Track yang dimiliki Sepeda Gunung Jalan Tanah, dengan lintasan yang berbeda-beda. Menurut  Tumpas, ada track yang memiliki panjang lintasan sepanjang 4 kilometer, 28 kilometer, 32 kilometer dan 45 kilometer. Semuanya bisa digunakan untuk pertandingan cross country.

Bagi penggemar sepeda gunung, tidak perlu jauh-jauh ke pegunungan di luar kota. Tumpas dengan senang hati mengundang para biker untuk menggunakan track yang sudah dibuatnya.  80 Persen jalur yang dibuat Tumpas adalah jalan tanah.

Komunitas Sepeda Gunung Jalan Tanah juga bersedia menjadi pemandu pencinta sepeda gunung yang ingin menikmati track di seputar Cimanggis.

PELAJAR DAN DOKTER

Anggota komunitas Sepeda Gunung Jalan Tanah, kini memiliki anggota sebanyak 30 orang terdiri dari kalangan pelajar, dokter, maupun sampai purnawirawan. Anggota tersebut termasuk dalam komunitas Bumi Cimanggis Indah (BCI), Modal Genjot Doang (Magend), Jalajah Tanjakan, dan Komplek TNI AD Cimanggis Sukamaju Baru (Subaru).

“Anggotanya tidak hanya laki-laki saja, namun perempuan juga ada yang menjadi anggota,”kata Tumpas bapak dua anak ini.

Sebagai pendiri Tumpas ingin membagi pengetahuannya dan pengalamannya dalam sepeda tanah ke para anggota. Sekaligus memberikan bimbingan kepada penghobi sepeda yang tergabung dalam komunitasnya.

“Sebanyak 10 orang anggota berusia remaja sekitar 16 tahun di komunitas kita didik danm diberikan pengetahuan sehingga sudah bisa mengikuti perlombaan sepeda di ajang nasional,”paparnya.

Mantan pemain sepeda cross country even Ragunan dan Mekar Sari ini  juga membuat jalur yang dibuatnya terdiri dari berbagai track seperti jalan tanah yang becek, melewati saluran irigasi sawah, dan melewati jalur perbukitan dan melintasi jembatan kecil. Rute yang dibuatnya banyak mengasah keterampilan si pengguna sepeda. “Selain sehat dan juga bisa menikmati pemandangan alam, sekaligus mendapatkan pengalaman juga,”tandasnya.

(angga/g)

Teks Gbr- Melintasi alam menantang seperti di kawasan Cikuda, Bogor, sungguh mengasyikan.(angga)