Monday, 27 May 2019

Pemkab Plintat-plintut

Permotalan Jalan Rusak Belum Bisa Dilakukan

Rabu, 14 Maret 2012 — 0:53 WIB
port133

BOGOR (Pos Kota) – Sikap Pemkab Bogor plintat plintut terhadap pemortalan Jl. Cisangkal yang menghubungkan Kecamatan Rumpin, Gunung Sindur dan Parung Panjang. Padahal sebelumnya pemkab menyatakan pemortalan harga mati untuk mencegah semakin meluasnya kerusakan jalan dilindasi truk bermuatan pasir dan batu (sirtu) melebih tonase.

“Rencananya hari ini kita akan lakukan pemortalan, tapi masih ada kendala teknis seperti adanya surat kepada kami agar pemortalan dievaluasi lagi, sebab warga minta truk tetap melewati jalan ini, hanya minta jalannya diperbaiki. Jadi bukan tidak tegas, tapi kami berharap pemortalan kali ini permanen dan tidak lagi dirusak oleh warga yang kontra pemortalan,” ungkap Kelapa DLLAJ Kabupaten Bogor Bibin Soebinator, Selasa.

Adanya surat ini menunjukkan masih adanya warga yang menolak pemortalan. “Lusa (Kamis-red) kami akan musyawarakan lagi dengan muspika dan tokoh masyarakat Kecamatan Rumpin. Sekaligus kita minta dukungan pemortalan dengan tanda tangan dari kades, tokoh pemuda, agama dan masyarakat,” katanya. Sebelumnya DLLAJ sudah siap memasang portal di Jl. Cicangkal-Lapan menuju Parung Panjang dan satu lagi dipasang di Jalan Gerendong-Janala tak jauh dari Kantor Kecamatan Rumpin menuju Gunung Sindur.

Sejumlah warga Rumpin menilai sikap pemkab itu plintat plintut dan tidak tegas. Menurut Aya, pemortalan tak perlu minta persetujuan dari seluruh lapisan masyarakat, sebab kebijakan pemortalan itu sudah diatur dalam UU dan Perbup. Seperti UU No 14 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, Perda Kabupaten Bogor No 5 Tahun 2007, serta Kepmen Perhubungan No 61 Tahun 1993 tentang Rambu-rambu Lalulintas dan Pemasangan Portal. “Pemkab harus tegas, jika tak berani memasang portal, cabut saja perbub itu,” katanya.

Sedangkan Tata Musa, wraga ya enolak pemortalan mengatakan, jika diportal sopir dan pegusuah kecil sirtu akan kehilangan pekerjaan. “Solusinya jalan diperbaki yang anggaran dari pengusha sirtu dibantau pemkab, sehingga truk tetap lewat,” katanya. (iwan)

Teks : Jalan rusak akibat dilalui truk melebihi tonase