Thursday, 20 September 2018

Jangan Palsukan Identitas

Kamis, 15 Maret 2012 — 14:48 WIB
kadisnakes-sub

WARGA Sukabumi, Jawa Barat yang berencana bekerja ke luar negeri hendaknya mempunyai program atau planing yang jelas sebelum memutuskan menjadi TKI/TKW. Termasuk dalam menempuh mekanisme pemberangkatan.
Seharusnya, para calon TKI menempuh jalur yang resmi dan harus mempunyai program jelas.

“Kami minta agar para calon TKI menempuh mekanisme yang resmi. Sehingga akan tercatat datanya di kita,” kata Kepala Dinas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Aam Ammar Halim.

Aam mengindikasikan, tidak sedikit calon TKI yang berangkat ke luar negeri dengan cara ilegal. Salah satunya memalsukan identitas diri. Padahal, menurut Aam dengan data palsu tersebut berakibat fatal ketika terjadi permasalahan.
“Jangan asal berangkat, seharusnya calon TKI mengetahui aturan yang legal. Jangan sampai mau kalau identitasnya dipalsukan,” ingat pria yang juga dosen di sal;ah satu perguruan tinggi ini.

AKAN DIPUSATKAN
Sementara itu, Kepala Seksi Penyediaan dan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Ismail menambahkan, ke depannya setiap calon TKI yang berangkat prosesnya akan dipusatkan di Disnakertrans. Mulai sidik jari hingga pembuatan foto.

“Upaya ini untuk meminimalisir terjadinya mekanisme yang ilegal. Tentunya kalau calon TKI yang berangkat dengan cara ilegal akan merugikan TKI itu sendiri,” ujarnya.

Ismail juga mengingatkan, para TKI ketika berangkat harus mempunyai program sendiri. Artinya, mulai berangkat dan selama bekerja sampai pulang bekerja hasil usahanya bisa terwujud.

“Jangan sampai menjadi TKI karena ikut-ikutan. Harus punya planing yang jelas, dan niat sendiri. Tidak sedikit juga menjadi TKI karena terbawa arus, melihat orang lain sukses menjadi TKI,” ucap Ismail.
Seorang calon TKW, Aminah, mengaku tujuannya ke Taiwan, tapi dia tidak khawatir lagi berangkat, karena sudah mendapatkan pelatihan keterampilan, termasuk tata boga.

“Ya, kita di negeri orang bukan semata-mata menjual tenaga, tetapi juga menjual keterampilan. Dengan demikian, saya berharap keringat kita dihargai,” ujarnya.

(sule/ds)

Teks Gbr- Kadisnakertrans Kabupaten Sukabumi, Aam Ammar Halim. (sule)