Nelayan Demo Tolak Tambang Pasir

Kamis, 15 Maret 2012
demo-sub

SERANG (Pos Kota) – Ratusan warga Pulau Panjang, Kabupetan Serang bersama mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPEL), Kamis (15/3), melakukan unjukrasa di depan Pendopo Kabupaten Serang. Aksi demonstrasi warga nelayan ini terkait adanya penambangan pasir di wilayah Pulau Panjang.

Dalam selebaran, masyarakat dan massa AMPEL menuding jin penambangan pasir yang dikeluarkan Pemkab Serang untuk perusahaan PT Jet Star merupakan kesepakatan sepihak. Terbukti 80 persen masyarakat tidak menyetujui adanya penambangan pasir di perairan Pulau Panjang. Sedangkan 20 persennya adalah Kepala Desa Pulau Panjang dan antek-anteknya yang tergiur dengan iming-iming uang yang ditawarkan pihal PT Jet Star.

Pendemo juga menyebutkan adanya penambangan pasir mengakibatkan ekosistem laut hancur, pendapatan nelayan semakin kecil karena hasil tangakan berkurang. Yang lebih parah, Pulau Panjang akan tenggelam seperti pulau-pulau lainnya.

Dalam unjuk rasa itu, ratusan warga datang bersama ibu-ibu serta anak mereka sambil membawa berbagai poster dan spanduk berisi kecaman terhadap Bupati Serang, Ahmad Taufik Nuriman, yang memberi izin penambangan pasir laut tersebut.

Salah satu isi spanduk bertuliskan “Hentikan Penambangan Pasir Di Pulo Panjang. Kami Siap Mati Demi Hak Kami”. Aksi diwarnai dengan pengumpulan uang pecahan  seribu rupiah  yang nanti akan diberikan kepada Bupati Serang. “Pengumpulan uang ini sebagai bentuk protes kami kepada bupati yang mata duitan,” ujar Hendra, kordinator aksi.

Saat ini 10 perwakilan pendemo sudah diterima Bupati Serang di pendopo, namun sejauh ini belum ada titik temu  hasil musyawarah.

(haryono/sir)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.