Kamis, 15 Maret 2012 — 8:47 WIB

Pengalaman di Ruang Operasi Dr. Terawan

PERNAH dengar operasi kepala? Pada tahun 1970-an, ada beberapa tokoh orang Indonesia pernah dioperasi di Swiss. Baru-baru ini penulis mengalami penyempitan di kepala, setelah di ”MRI” hasilnya cukup mengejutkan. Kalau tidak cepat di adakan penanganan, saya akan diserang stroke berat.

Itulah sebabnya saya segera mencari ahli dalam bidang itu. Saya pernah dengar mengenai seorang ahli penyempitan di kepala, yakni Dr. Terawan di RSPAD yang merupakan tim dokter kepresidenan. Atas jasa Brigjen Dr. J. Kiki Kilapong, MSc., dibantu oleh Drs. Budi Ruslin saya bisa diterima Dr. Terawan, tapi tidak di RSPAD, namun di RD Gading Pluit, Kelapa Gading. Karena di RSPAD sudah penuh. Karena menyangkut masalah jaringan di otak kepala, saya membawa istri, anak-anak dan menantu. Setelah diberi penjelasan seperlunya saya harus ditangani tanggal 7 Maret Jam 19:00 akan diadakan operasi untuk membersihkan jaringan-jaringan  tersumbat di kepala. Seluruh keluarga setuju.

Tanggal 7 Maret Jam 13:00 saya sudah di RS dan di masukkan ke IGD. Diterima Dr. Heru, Dr. David, Dr. Jaya dan Dr. Budi, untuk diinfus, diperiksa semua di Lab, foto maupun darah dan EKG. Setelah selesai kira-kira 2 jam, saya diminta untuk ke lantai 8. Menunggu sampai jam 19:00. Pada jam 19:00 saya dibawa ke lantai 3 Ruang Operasi. Para perawat sudah menunggu, kemudian datang ahli anastesi Dr. Irwan, Dr. Eko, Brigjen Dr. J. Kiki Kilapong, MSc., sambil menunggu Dr. Terawan. Beliau baru datang dari mensyukuri penganugerahan dari Universitas Gajah Mada.

Sekitar jam 19:30 Dr. Terawan masuk, saya mengucapkan selamat. ”Tenang Pak Harmoko, kita mulai ya?” kata Dr. Terawan dengan senyum khasnya. Istri dan anak, saya suruh melihat di balik kaca, cuma boleh dua orang. Langkah pertama Dr. Terawan adalah melakukan bius lokal, saya bisa melihat di kaca monitor apa yang dilakukan Dr. Terawan. Sambil ”menyanyi” Dr. Terawan memasukkan alat-alat ke pangkal paha, dalam tempo 10 menit sudah masuk semua, kemudian saat itu juga terlihat di kaca monitor Dr. Terawan  melakukan pembersihan penyempitan di kepala di kanan maupun di kiri. Di mulut saya terasa seperti mentos, sampai di telinga rasanya plong. Saya terus berdzikir, ini masalah penyempitan di kepala, saya selalu memohon kepada Allah SWT untuk diberi kelancaran, keselamatan dan lindungan-Nya.

Sebelumnya, istri saya menanyakan kepada Dr. Terawan tentang bagaimana kemungkinan sembuhnya?. Dr. Terawan dengan rendah diri menyatakan bahwa semua itu ada pada Allah SWT. ”Bu saya akan berusaha semaksimal mungkin, sesuai ilmu kedokteran,” kata Dr. Terawan. Setelah selesai operasi saya dikembalikan lagi di lantai 8, dua jam untuk tidak bergerak dari jam 21:00 sampai jam 23:00. Jam 23:10 saya bisa buang angin (kentut) dan selesailah. Pagi-pagi sudah di suruh pulang ke rumah. Rasanya terang, biasanya saya sholat pakai kursi sekarang tidak. Hanya, oleh Dr. Terawan, saya diminta untuk terus terapy, karena jalan saya masih ”timik-timik”.

Itulah pengalaman bersama Dr. Terawan di ruang operasi dalam waktu 30 menit sudah selesai, rampung. Saya bersyukur kepada Allah SWT. Kalau di RSPAD menurut Dr. Terawan baru September bisa dilayani, karena memang ratusan orang antri, sangat banyak. Alhamdulillah untuk di RS Gading Pluit saya diprioritaskan. Dr. Terawan adalah satu-satunya ahli yang saat ini bisa menangani operasi di kepala. Dr. Terawan sering mengadakan kuliah di RRC dan beliau memang sering mengajar dan ceramah di Beijing tentang keahliannya. Oleh karena itu tidak mustahil sebagian orang mengatakan kalau Dr. Terawan adalah turunan dari RRC, Tiongkok. Karena sering di RRC itu maka dikatakan keturunan dari Cungkok, namun kenyataannya tidak. Nama lengkap adalah Dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Pad (K) RI, orang Jogja asli, masih ada keturunan dari H.B. ke III.

Sebelumnya saya pernah mengadakan konsultasi dengan dokter Singapore, katanya belum ada obatnya. Rupanya dokter di Singapore tidak memahami cara-cara yang dilakukan Dr. Terawan dari Indonesia. Itulah profil Dr. Terawan yang memiliki keahlian khusus, pemerintah dan bangsa Indonesia harus bangga memiliki dokter seperti Dr. Terawan. Beliau baru umur 48 tahun, tapi sudah melakukan regenerasi untuk menggantikan beliau nantinya.

Cucu saya yang masih kecil, Ganesa Maulana (7) ikut juga mengantarkan operasi, setelah selesai operasi saya tanya, ”Kalau besar nanti mau jadi apa?” Jawabnya, ”Bung akung, kalau besar nanti saya ingin jadi dokter seperti Dr. Terawan.” Dan ternyata Dr. Terawan juga pernah menangani tokoh-tokoh pemimpin kita, termasuk para Jenderal.

Namun Dr. Terawan dewasa ini menjadi top pembicaraan khususnya bagi yang mengalami gejala dan kena stroke. Untuk itu semoga pengabdian dan pengalamannya di beri rahmat dan ridho oleh Allah SWT. ”Selamat bertugas dok.” Karena saking sibuknya Dr. Terawan, begitu tanggal 7 Maret silam operasi saya, tanggal 10 Maret harus ke Beijing lagi.


Induk

Kamis, 30 Juli 2015 — 5:22 WIB
Tolak Perpeloncoan
Rabu, 29 Juli 2015 — 5:11 WIB
Mau Dibawa ke Mana Pilkada Kita?
Selasa, 28 Juli 2015 — 2:52 WIB
Menanti Langkah Kongkret Perbaiki Ekonomi Rakyat
Senin, 27 Juli 2015 — 6:06 WIB
MOS Tanpa Perpeloncoan?
Sabtu, 25 Juli 2015 — 6:24 WIB
Showroom di Tol Cipali

Kopi Pagi

Kamis, 30 Juli 2015 — 5:23 WIB
Pendidikan Agama
Senin, 27 Juli 2015 — 6:14 WIB
Ancaman SARA
Kamis, 23 Juli 2015 — 6:13 WIB
Hari Anak Nasional
Kamis, 16 Juli 2015 — 6:19 WIB
Jakarta Kota Terbuka
Senin, 13 Juli 2015 — 6:24 WIB
Tradisi Lebaran

Bang Oji

Rabu, 29 Juli 2015 — 5:09 WIB
Apa Bisa ?
Rabu, 22 Juli 2015 — 6:36 WIB
Untung Masih Untung
Selasa, 14 Juli 2015 — 6:15 WIB
Mudik ke Mana ?
Selasa, 7 Juli 2015 — 4:56 WIB
Jokowi – Ahok, Bikin Dag Dig Dug
Selasa, 30 Juni 2015 — 5:42 WIB
Mudik PP Bareng, Apa Iya ?

Ekonomi Rakyat

Selasa, 8 April 2014 — 2:18 WIB
Menghitung
Selasa, 18 Februari 2014 — 13:35 WIB
Irit Listrik
Rabu, 15 Januari 2014 — 9:33 WIB
Maju Dengan Tempe
Selasa, 31 Desember 2013 — 9:50 WIB
Carmat Namanya…
Jumat, 4 Oktober 2013 — 9:53 WIB
Mudik dan PKL

Dul Karung

Sabtu, 25 Juli 2015 — 6:23 WIB
Sumber Daya Otak
Sabtu, 4 Juli 2015 — 6:01 WIB
Mobil Dinas Bukan Mobil Dinasti
Sabtu, 27 Juni 2015 — 6:05 WIB
Bisa gak Lebaran, nih.
Sabtu, 20 Juni 2015 — 5:50 WIB
Harapan di Awal Puasa
Sabtu, 13 Juni 2015 — 6:01 WIB
Dul Mau Menulis Buku Dahlan