Wednesday, 19 September 2018

TKW Sukabumi Mulai Melirik Negara di Asia

Kamis, 15 Maret 2012 — 14:44 WIB
tki-sub

BERBICARA mengenai negara tujuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), terutama TKW untuk pembantu rumahtangga (PRT), acapkali diindentikkan ke beberapa negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Kuwait, dan lain-lain.

Tetapi, sejak memasuki 2012, para calon pahlawan devisa (TKW) ini, terutama dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mulai melirik ke sejumlah negara di Asia, seperti Hongkong, Taiwan, Jepang, Singapura, Korea dan lain-lain yang tidak masuk dalam kategori Timteng.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, dari tiga negara tujuan Asia, seperti Hongkong, Singapura, dan Taiwan saja sudah mencapai 114 orang. Data tersebut merupakan rekapitulasi mulai Januari hingga 13 Maret 2012.

Sementara untuk jumlah totalnya ke berbagai negara, termasuk ke Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Bahrain, dan Oman mencapai 644 orang. Mayoritas pekerjaan mereka adalah informal.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Aam Ammar Halim mengakui para calon TKI/TKW mulai melirik sejumlah negara Asia di luar negara-negara Timur Tengah.

Faktor utamanya yakni adanya kebijakan moratorium ke sejumlah negara Timur Tengah, seperti ke Arab Saudi.
“Moratorium salah satu faktor mengapa banyak calon TKI beralih pandangan ke negara Asia seperti Taiwan, Hongkong dan lainnya,” kata  Aam, di ruang kerjanya, kemarin.

PUNYA KEMAMPUAN
Faktor lainnya, lanjut Aam, dikarenakan negara Asia di luar Timur Tengah menawarkan gaji cukup besar. Dicontohkan Aam, untuk pekerjaan informal seperti penata rumah tangga (PRT) di Timur Tengah sekitar Rp2 juta per bulan, sementara di Taiwan lebih besar, bisa dua kali lipatnya.

“Belum lagi untuk ke negara Asia, para calon TKI yang berangkat umumnya mempunyai skill atau kemampuan. Kebanyakan ke Asia di luar Timur Tengah bekerjanya sebagai pekerja formal. Jadi wajar saja upahnya cukup besar,” jelasnya.
Sementara  Kepala Seksi Penyediaan dan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Ismail menuturkan, pelatihan para calon TKI ke Arab Saudi, misalnya, dibandingkan ke negara Asia Pasific lainnya berbeda.

Dicontohkan Ismail, pelatihan ke Arab Saudi hanya 200 jam, sementara ke Asia Pasific mencapi 600 jam.
“Jadi wajar, dari kemampuannya juga berbeda. Sebab waktu pelatihan para TKI/TKW antara ke Timur Tengah dengan Asia berbeda,” tegasnya.

(eman sulaeman/ds)

Teks Gbr- TKW Sukabumi saat mengikuti latihan keterampilan sebelum berangkat ke luar negeri. (sule)