Thursday, 22 August 2019

KPK Tetapkan Walikota Semarang Soemarmo Tersangka

Jumat, 16 Maret 2012 — 18:48 WIB
Pejabat baru Wali Kota Semarang, Soemarmo Hadi Saputro (kiri), bersama wakilnya, Hendi Hendrar Prihadi (kanan), berjalan menuju tempat pelantikan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang periode 2010-2015.

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  menetapkan Wali Kota Semarang, Soemarmo Hadi Saputro sebagai tersangka dugaan suap anggota DPRD Kota Semarang.

Penyidik KPK  menilai Soemarmo diduga sebagai pihak inisiator suap terkait pembahasan APBD kota Semarang tahun anggaran 2011-2012.

“Dalam proses pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana terkait pemberian sesuatu kepada penyelenggara negara terkait pembahasan APBD kota Semarang, KPK telah menetapkan SHS sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi kepada wartawan, Jumat (16/3).

Tersangka Soemarmo dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Mengacu pada pasal tersebut, Soemarmo terancam dipidana dengan hukuman penjara paling lama 5 tahun.

Kasus Soemarmo ini merupakan pengembangan dari kasus suap yang menjerat anak buahnya, Sekretaris Daerah Kota Semarang Ahmad Zainuri.

Zainuri tertangkap tangan memberikan suap berupa uang kepada dua anggota DPRD Kota Semarang, Agung Purno Sarjono (Fraksi PAN) dan Sumartono (Fraksi Demokrat), pada 24 November 2011.

Ketiganya ditangkap dengan barang bukti 21 amplop berisi uang yang seluruhnya senilai Rp40 juta. Pada proses pemeriksaan, KPK juga menemukan uang senilai Rp500 juta di ruang kerja Zainuri.   (rizal/dms)