Monday, 24 September 2018

Rp80 Miliar dari Pemerintah untuk ‘Sail Morotai 2012’

Senin, 19 Maret 2012 — 23:01 WIB
sail morotai-n

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah mematok anggaran Rp80 miliar untuk perhelatan Sail Morotai 2012. Sebanyak Rp15 miliar di antaranya dipakai untuk acara puncak.

“Biaya sebesar itu tidak termasuk pembangunan infrastruktur lainnya,” kata Menko Kesra Agung Laksono saat meluncurkan  Sail Morotai 2012, didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo serta Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn, di Kantor Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (19/3).

Menurut Agung, terdapat juga biaya lainnya untuk pembangunan infrastruktur yang alokasinya telah terdapat di sejumlah kementerian terkait karena berlangsung hingga sepanjang tahun.

Agung  memaparkan biaya langsung sekitar Rp80 miliar itu untuk beragam kegiatan operasional, seperti aktivitas bakti sosial di pulau-pulau sekitar, kegiatan kepemudaan, riset, dan juga untuk tempat-tempat penginapan.

Di antara biaya sekitar Rp80 miliar itu juga terdapat di antaranya sekitar Rp15 miliar yang digunakan khusus untuk acara puncak dari Sail Morotai 2012.

Ia menjelaskan sejumlah negara-negara lain yang ikut berpartisipasi antara lain Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Selandia Baru, yang keempatnya mengundang para veteran Perang Dunia II.

“Morotai adalah tempat historis bagi ajang Perang Dunia II,” kata Menko Kesra.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mengundang berbagai negara-negara di kawasan Asia Tenggara sebagai tindak lanjut kerja sama di ASEAN yang telah dilakukan di semua bidang.

Agung memaparkan, perhelatan Sail Morotai 2012 yang diselenggarakan pada Juni-September 2012 diharapkan menjadi ajang promosi budaya, wisata dan investasi. Pemerintah berharap, acara tahunan ini dapat mempercepat pembangunan di Kabupaten Pulau Morotai.

Agung mengatakan percepatan pembangunan di Morotai  tentunya berpengaruh juga pada kesejahteraan masyarakat. “Even ini diharapkan memiliki dampak berantai bagi  pembangunan nasional, dan perekonomian setempat,” kata Agung.

Agung menjelaskan meskipun persoalan infrastruktur seperti jalan dan listrik masih menjadi kendala, namun semuanya  diatasi melalui dana-dana dari beberapa kementerian terkait yang mendukung even tersebut.

“Yang penting even ini sukses dan dapat mendatangkan wisatawan, serta investor. Terutama dari negara tetangga yang hanya berjarak tiga jam perjalanan seperti Jepang, Thaiwan, dan China,” kata Agung.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo mengatakan Morotai memiliki kawasan kelautan dan pulau-pulau kecil yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan industri maritim dan perikanan terpadu.

“Melalui even bertaraf international ini diharapkan juga mampu mengembangkan kawasan wisata bahari dan sejarah,” kata Sharif.

Ia menambahkan, Kepulauan Morotai memiliki kualitas perairan tenang dan sangat memungkinkan untuk pengembangan budidaya laut. Selain kekayaan bahari yang potensial Maluku Utara terkenal dengan destinasi wisata sejarah dunia. “Karena di sana ada riwayat Perang Dunia II,” kata dia.

Kegiatan Sail Morotai 2012 merupakan kelanjutan dari Sail Indonesia sejak 2009 yang kemudian   diubah menjadi World Ocean Conference (WOC).

Dengan mengusung tema “Menuju Era Baru Ekonomi Regional Pasific,” Sail Morotai 2012,  akan menampilkan banyak kegiatan seperti bakti sosial dan pelayanan kesehatan, kegiatan bakti kesejahteraan rakyat nusantara dan BUMN Peduli Morotai, Reli Yacht, seminar nasional dan internasional, Lintas Nusantara Remaja Pemuda Bahari, pameran potensi daerah, olahraga kelautan, ekspedisi kapal peneliti internasional dan ekspedisi ilmiah pulau terluar.

Di samping itu, digelar pertunjukan kebudayaan dan atraksi pariwisata, serta kampanye konsep nusantara dan pertahanan negara.

Puncak acara akan dilaksanakan di Pelabuhan Daruba Morotai pada 15 September 2012 yang rencananya dihadiri Presiden RI dan dimeriahkan dengan parade kapal perang. (aby/dms)

Menko Kesra Agung Laksono (tengah) didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo serta Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn saat jumpa pers peluncuran Sail Morotai 2012 di Kantor Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, kemarin. (aby)