Rabu, 21 Maret 2012 23:26:28 WIB

Gunakan Stiker TNI/Polri, Kendaraan Dirazia

ilusgunakan

PAMULANG (Pos Kota) – Belakangan semakin kenderaan pribadi menggunakan stiker TNI dan Polri termasuk di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Padahal tidak sembarangan orang bisa menggunakan stiker tersebut. Apalagi hanya untuk gagah-gahan atau menakut-nakuti orang lain.

Oleh karena itulah, untuk menghindari penyalahgunaan stiker tersebut, puluhan petugas gabungan dari Denpom TNI, Polsek Serpong dan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) mengelar razia, Rabu (21/3).

Kegiatan razia dilakukan di tiga titik ruas jalan di Tangsel yaitu Jl. Raya Serpong pintu masuk Alam Sutera, Jl. Raya Tugu Pahlawan Seribu BSD dan Jl. Raya Rawa Buntu Serpong, kata Kepala Sub Garnisun Tangerang, Mayor Aminuddin didampingi Kanit Lantas Polsek Serpong Iptu Renta Hutabarat.

Pihaknya, tambah dia, hanya ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengendara di wilayah Kota Tangsel terlebih banyaknya keluhan dan protes sejumlah warga berkaitan dengan maraknya stiker atau logo Polri maupun TNI di kendaraan pribadi yang melintas setiap hari.

Hasilnya memang lumayan banyak tapi sebagian pengendara yang terjaring hanya diperingati dan minta mencopot stiker logo atau emblem yang berkaitan dengan TNI dan Polri. Tak hanya itu, sejumlah petugas Denpom juga berhasil menyita puluhan jaket, baret dan aksesoris ketentaraan.

Menurut Mayor TNI Aminuddin, jaket, baret dan aksesoris lainnya disita . “Razia kami lakukan karena banyaknya keluhan terhadap penggunaan atribut yang sangat meresahkan dan membuat citra TNI maupun Polri jelek di mata masyarakat atau warga,”jelasnya.

Lebih parah lagi kendaraan yang menggunakan stiker atau logo TNI maupun Polri kebanyakan bukan milik anggota TNI maupun Polri karena banyak dijual bebas di pasaran. Padahal penggunaan atribut tersebut jelas melanggar aturan.

“Belum lama ini instansi kita (TNI-red) menggerebek penjualan logo dan atribut di Bandung. Penjualannya melalui online dan sudah tersebar keseluruh Indonesia. Maka dari itu, ditertibkan untuk kendaraan berlogo TNI,” terangnya.

Jika ditemukan penyalahgunaan atribut, kata dia, bagi anggota TNI akan dikenakan sanksi.
Diantaranya, sanksi indisipliner, penundaan pangkat hingga penurunan pangkat. “Memang penertiban ini sasarannya anggota TNI. Jangan sampai dengan menempelkan stiker jadi gagahan saat berkendaraan,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya akan menindak tegas dan memeriksa dokumen kendaraan jika tak dilengkapi dokumen kendaraan bermotor tentunya akan ditilang tidak terkecuali anggota TNI yang tak memiliki SIM maupun STNK,” ujarnya. (anton)

Teks foto: Salah satu kegiatan operasi atau razia kendaraan yang memakai logo atau stiker TNI dan Polri di Kota Tangsel. (anton)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.