Indonesia Dijajah Bangsa Sendiri

Minggu, 25 Maret 2012 — 15:39 WIB
ompu253

JAKARTA (Pos Kota) – Siapa bilang Indonesia sudah bebas dari penjajahan. Ekonom gaek HMT Oppusunggu menilai Indonesia ternyata belum juga merdeka karena tengah dijajah. Kali ini oleh bangsa sendiri melalui segelintir elit penguasa.

“Tidak ada yang memperdulikan rakyat. Tidak ada satupun yang memberikan sumbangan kepada kehidupan rakyat yang saat ini melarat,” ujar HMT Ompusunggu, 89, dalam acara peluncuran buku karyanya, di Fadli Zone Institut, Jakarta, Minggu (25/3).

Ompusunggu, dalam bukunya yang berjudu menambahkan, Indonesia telah kehilangan kedaulatannya secara ekonomi. Itu semua akibat kebijakan elit eksekutif, dan legislatif, yang membuka lebar pintu privatisasi sektor strategis, sehingga harga bergantung pada mekanisme pasar.

Pemikiran pria, yang akrab dipanggil Ompu, itu diamini oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Fadli Zon.

Menurut Fadli Zon, ekonomi Indonesia, saat ini, sudah menyimpang jauh dari khitahnya, sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945, yaitu ekonomi kerakyatan.

“Ekonomi kita sudah keluar dari jalur yang diharapkan Pasal 33 UUD 45, sektor strategis penting sudah tidak dikuasai oleh negara, tapi asing dan segelintir orang,” ucapnya.

Dengan sistem ekonomi Indonesia saat ini, yang menurutnya mengadopsi ekonomi neo liberal, semakin memperlebar kesenjangan ekonomi di dalam negeri.

“Seolah-olah pertumbuhan tinggi, secara makro, tapi siapa yang bertumbuh, itu tak sejalan dengan pengentasan kemiskinan. Pertumbuhan sekarang membuat kesenjangan yang semakin lebar,” katanya.

Hal itu, lanjutnya dapat dilihat dari jumlah kekayaan yang dimiliki oleh kaum the have (orang kaya) di dalam negeri, yang berjumlah 600 ribu kali dibandingkan rata-rata rakyat Indonesia.

Dia menyebutkan, penghasilan orang kaya di Indonesia 600 ribu kali lipat dibanding orang miskin. Sedangkan di AS perbandingannya cuma 20 ribu kali. “Artinya, Indonesia sudah dikuasai oleh kaum oligarki,” ucapnya. (aby)

Teks :Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon (kiri) mengomentari buku ‘Indonesia dijajah kembali oleh bangsanya sendiri’ karya ekonom gaek, HMT Ompusunggu (kanan) di Jakarta, Minggu (24/3). (aby)

  • dr. K. Haryo Wibowo, FS

    Bagaimanapun juga kebiasaan para pemimpin di era orde baru itulah yang paling bertanggung jawab terhadap tatanan kehidupan berbangsa & bernegara sekarang ini, mereka itu adalah penguasa, bukan pemimpin, sehingga semua kebiasaan penguasa (KKN) itu sudah mendarah daging di seluruh jajaran birokrat negri ini, kepentingan memperkaya diri (penguasa) yang utama dari pada kepentingan rakyat, wajarlah krisis moral melanda negri ini, birokratnya saja sudah mengutamakan kepentingannya sendiri yang menjadi korban sudah pasti rakyat yang kian tersiksa dalam perjuangannya mendapatkan kehidupan yang layak. Sebagai perbandingan: Indikator kesehatan & pendidikan menunjukkan bahwa orang Sri Lanka, Muangthai & Malaysia jauh lebih sehat, lebih pintar & lebih jarang korup dibanding orang Indonesia, mengapa ?, karena mereka lebih bisa konsentrasi belajar & bekerja, tanpa harus sibuk cari pinjaman, korupsi atau kasak-kusuk pungli untuk menutupi biaya pendidikan atau kesehatan (berobat) di rumah sakit.

  • samiun

    Betul banget, bahkan mereka yang menjadi Abdi Negara di semua Instansi/Dinas/Lembaga berlomba lomba mencari uang lebih dalam setiap pekerjaan, tidak lagi menyadari bahwa mereka bekerja sebenarnya sudah di bayar oleh Negara.
    karena mudahnya Bank memberikan pinjaman bagi mereka yang punya SK Pengangkatan bahkan pinjamannya tak tanggung2 angsurannya melebihi gaji bulanan yang mereka terima, akibatnya mereka malas2an bekerja karena tidak ada lagi gaji bulanan yang akan mereka terima sehingga cari sana cari sini yang penting dapat duit untuk menambah setoran bank, termasuklah menjadi makelar urusan di kantor, padahal mereka itu sudah digaji.

Terbaru
Terpopuler
Sabtu, 30 Mei 2015 — 1:17 WIB
Bola
Sabtu, 30 Mei 2015 — 0:20 WIB
Bola
Sabtu, 30 Mei 2015 — 0:05 WIB
Peristiwa
Jumat, 29 Mei 2015 — 23:43 WIB
Musik
Jumat, 29 Mei 2015 — 23:37 WIB
Internasional
Jumat, 29 Mei 2015 — 23:14 WIB
Perampokan dan Pencurian
Jumat, 29 Mei 2015 — 23:04 WIB
Uncategorized
Jumat, 29 Mei 2015 — 23:00 WIB
Gaya Hidup
Jumat, 29 Mei 2015 — 22:50 WIB
Narkoba
Jumat, 29 Mei 2015 — 22:40 WIB
Sumatra