Sunday, 15 September 2019

Tengkulak Cirebon Borong Padi Petani Indramayu

Minggu, 25 Maret 2012 — 22:03 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

INDRAMAYU (Pos Kota) – Perbedaan waktu panen padi antara Indramayu dengan Cirebon rupanya dimanfaatkan tengkulak Cirebon, Jawa Barat memborong gabah hasil panen petani Indramayu.

Setiap hari, sejumlah tengkulak gabah dari Cirebon ramai-ramai memborong gabah hasil panen musim rendeng dari Indramayu. Puluhan ton gabah dari Indramayu diangkut truk menuju Cirebon.

Iring-iringan truk mengangkut gabah tengkulak Cirebon itu setiap sore melintas di ruas jalan Cikamurang – Jangga selanjutnya truk sarat muatan gabah itu melenggang melalui Jalur Utama Pantura menuju Cirebon.

Dalam membeli gabah petani, tengkulak gabah Cirebon dikenal cerdik. Mereka seringkali memanfaatkan orang kepercayaananya dari warga Kecamatan Terisi dan Cikedung. Orang kepercayaan itu diberi modal membeli gabah gantungan atau membeli gabah dari buruh penderep yang memperoleh upah gabah.

Membeli gabah gantungan itu kata Soka, 42 seorang buruh tadi di Desa Jatimunggul sangat menguntungkan tengkulak. Soalnya gabah gantungan harganya lebih murah, dibanding membeli gabah dari petani yang memiliki sawah.

“Gabah gantungan harganya Rp3.000 per Kg kualitas Gabah Kering Pungut (GKP) alias gabah basah,” kata Radi, 39 orang kepercayaan tengkulak gabah Cirebon dijumpai Pos Kota, Minggu (25/3).

Untuk Gabah Kering Giling (GKG) alias gabah kering yang dibeli gantungan harganya berkisar antara Rp3.600/Kg – Rp3.700/Kg. Pembelian gabah gantungan diakui jumlahnya tidak banyak. Berkisar 30 Kg hingga 100 Kg setiap kepala keluarga.

Berbeda dengan membeli gabah dari petani yang memiliki sawah. Jumlah gabahnya banyak. Bisa mencapai 3 ton lebih sehingga harganya lebih mahal sekitar Rp200 per Kg dari gabah gantungan. (taryani/b).-