Friday, 18 August 2017

Pembegalan Marak, 12 Kades Mengadu ke Polda Lampung

Senin, 26 Maret 2012 — 23:13 WIB
iluspembegalan

LAMPUNG (Pos Kota) – Maraknya aksi pembegalan di wilayah Lampung Utara membuat 12 kepala desa mendatangi Polda Lampung. Ke-12 Kepala Desa dari Kecamatan Abung Surakarta dan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, sehari terjadi 12 kali pembegalan terhadap pengendara sepeda motor.

Sedangkan Polres Lampung Utara sampai saat ini tidak dapat mengatasi permasalahan tersebut. Hal ini dikatakan Kausar Kepala Desa Surakarta Kecamatan Abung Timur usai audiensi dengan pejabat utama Polda Lampung, di ruang Kabid Humas Polda Lampung, Senin (26/3).

Kedatangan mereka ke Polda Lampung untuk melaporkan permasalahan yang terjadi di daerahnya, “Aksi begal di daerah kami ini sudah sangat meresahkan , karena pelakunya masih berkeliaran di daerah tersebut, meskipun adanya petugas kepolisian di polsek setempat, namun tidak dapat menangkap pelakunya,” kata Kausar.

Menurutnya aksi pembegalan, sehari bisa mencapai 12 kejadian . ”Hal ini yang membuat kami melapor ke Kapolda Lampung, karena kapolsek setempat tidak dapat mengatasi, dan kami minta Kapolseknya segera diganti dengan kapolsek yang berani dan mampu mengatasi pembegalan di daerah kami,” tegasnya.

Selain itu, Yasir Arafat Kepala Desa Rejo Mulyo menambahkan, kalau kapolseknya tidak dapat mengatasi permasalahan begal di dua kecamatan, maka lebih baik digantikan kapolsek dari polwan, karena bisa lebih tegasa.

Kita mengantisipasi supaya permasalahan ini jangan sampai menimbulkan konflik antarsuku.”Karena pelaku bisa dari pribumi Lampung atau pun dari pendatang karena selama ini pelakunya bisa saja dari pribumi bisa saja dari pendatang, dan sampai saat ini belum terbongkar,” ujar Edi Sahilyo Kepala Desa Papan Rejo.

Karo SDM Polda Lampung, Kombes. Pol Eko Indra Heri, mengatakan, pihaknya akan kroscek terlebih dahulu, “Kami akan cek terlebih dahulu laporan dari kepala desa ini, dan nanti bila pimpinan kita menugaskan bahwa Polda Lampung harus turun tangan melakukan pengamanan di daerah tersebut, maka kita akan lakukan,” kata Eko. (Koesma/b)