Saturday, 17 November 2018

Usai hadiri Acara Maulid

Ratusan Warga Diduga Keracunan Makanan

Selasa, 27 Maret 2012 — 15:27 WIB
k

TANGERANG (Pos Kota) – Usai menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW, ratusan warga Kampung Pabuaran, Desa Pangarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang terpaksa dilarikan ke Puskesmas karena mengalami pusing dan muntah-muntah, Senin (26/3) malam. Diduga, ratusan warga tersebut mengalami keracunan setelah menyantap hidangan yang disediakan panitia.

Informasi yang diperoleh, ratusan warga di Kampung Pabuaran, Desa Pangarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan di Mesjid Kampung Pabuaran pada Minggu (25/3) pagi. Dalam acara tersebut, warga menyantap hidangan prasmanan yang disediakan oleh panitia.

Warga baru mengalami gejala pusing, mual dan pusing-pusing pada Senin (26/3) malam. Satu persatu warga mulai berdatangan ke Puskesmas Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan pertolongan. Para korban yang kebanyakan wanita dan anak-anak kemudian dirawat di ruangan Puskesmas dan teras rumah warga. Petugas Puskesmas Sukatani kemudian memberikan cairan infus untuk para korban keracunan.

Uun, petugas Puskesmas Sukatani yang dihubungi Pos Kota mengatakan  korban dari keracunan sudah mencapai ratusan. Kebanyakan dari warga yang datang ke Puskesmas ini mengeluh pusing, mual dan muntah-muntah. Kuat dugaan, ratusan warga Kampung Pabuaran, Desa Pangarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang tersebut mengalami keracunan dari makanan yang disediakan panitia.

“Ssemua korban mengaku menghadiri acara Mauludan. Dari pengakuan para korban ini, kami menduga jika mereka mengalami keracunan usai menyantap makanan yang disediakan pantia,” ungkap Uun.

Hingga saat ini Uun mengaku belum mengetahui secara pasti makanan apa yang terkontaminasi sehingga menyebabkan ratusan warga Kampung Pabuaran, Desa Pangarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang mengalami keracunan. Saat ini pihaknya hanya berfokus memberikan pertolongan kepada warga yang datang ke Puskesmas.

“Kami belum bisa memastikan jenis makanan apa yang terkontaminasi. Saat ini kami berfokus dalam memberikan pertolongan pertama untuk warga yang datang,” ungkapnya.

(C3/sir)

Foto-Ilustrasi