Rabu, 28 Maret 2012 00:57:01 WIB

18 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Rawan Longsor

ilus18

SUKABUMI (Pos Kota) – Bencana alam berupa pergerakan tanah menghantui hampir sebagian besar warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pasalnya, tipolgi tanah di kabupaten terluas se-Jawa dan Bali ini gembur sehingga rawan mengalami pergerakan tanah.

Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, sedikitnya 18 kecamatan dari 47 kecamatan rawan longsor. Pasalnya, belasan wilayah tersebut masih banyak tebing dan minimnya sarana penahan longsor. Terlebih, pergerakan tanah di belasan wilayah itu potensinya cukup tinggi.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan satuan Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo menjelaskan, ke-18 kecamatan yang rawan longsor itu di antaranya, Kecamatan Kalapanunggal, Kadudampit, Sukabumi, Nyalindung, Sukalarang, Palabuhanratu, Cikembar, Warungkiara, Cisolok,dan Curugkembar.

“Dari hasil pemantauan kita, di 18 kecamatan itu rawan pergerakan tanah. Belum lagi, kondisi wilayahanya banyak tebing dan sarana penahan tanah longsor masih kurang,” kata Usman.

Dijelaskan Usman, tak menutup kemungkinan kecamatan lainnya pun rawan longsor. Potensi pergerakan tanah ini menyusul masih tingginya curah hujan yang melanda daerah Sukabumi.
“Maka itu, untuk warga yang tinggal di kawasan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan. Sebab, tak bencana longsor bisa kapapun terjadi,” ingatnya.

Seruan serupa juga disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Perry A Furqon. Perry meminta warga yang tinggal di daerah rawan pergerakan tanah waspada. ‘’Hujan terus menerus rawan menimbulkan longsor dan pergerakan tanah,’’ imbuh dia.

Mengantisipasi kemungkinan bencana, BPBD telah meminta petugas kecamatan siaga. ‘’Jika terjadi bencana, mereka dapat segera ke lapangan.’’cetus Perry.

Menurut dia, BPBD juga secara berkesinambungan melakukan sosialisasi penanganan bencana. Diantaranya dengan menghimbau warga di daerah rawan bencana dalam mengantisipasi datangnya longsor maupun banjir.

Diharapkan, warga yang tinggal di daerah rawan memahami tindakan darurat yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Sehingga potensi munculnya korban jiwa maupun materi dapat dihindari seminimal mungkin.(sule/b)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.