Rabu, 28 Maret 2012 15:22:31 WIB

Lurah Jakarta Petakan Lokasi Rawan Bencana

banjirr

KEMBANGAN (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta berhasil memperkecil wilayah rawan banjir dari 78 lokasi menjadi 62 lokasi.”Upaya penanggulangan banjir ini dalam kurun waktu 5 tahun sejak tahun 2007. Dari sejumlah lokasi rawan banjir itu 16 di wilayah rawan bencana di Jakarta Barat.”kata Kepala BPBD Provinsi DI Jakarta, H. Arfan Akili, ketika pembukaan workshop pemetaan lokasi rawan bencana,di Kantor Walikota Jakarta Barat,Rabu (28/3)

Menurutnya, pembuatan peta risiko bencana banjir ditingkat kelurahan berbasis RW ini untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah bila terjadi bencana terutama banjir.

Program ini bekerjasama dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), United Nation Organisations Coordinator For Humanitarian Affair (UN-OCHA), Global Fund For Disaster Risk Reduction (GFFDRR), World Bank, Australian-Indonesian For Disaster Reduction (AIFDR) dan Departemen Geografi Fakultas MIPA UI.

Dalam pembuatan peta, masing-masing Lurah didampingi seorang mahasiswa Fakultas MIPA UI untuk melakukan pemetaan daerah (Open Street Map), seperti batas administrasi, bangunan penting dan jalan yang ada di kelurahan masing-masing. “Data yang valid dari Lurah sangat penting agar peta tersebut dapat menggambarkan kondisi dan daerah rawan banjir yang ada serta tempat untuk evakuasi maupun pertolongan bagi korban banjir,” ujarnya.

Peran lurah dalam pembuatan peta ini sangat penting karena lurah memahami seluk beluk wilayahnya. Karenanya pada peta ini ditampilkan batas wilayah RW, kawasan banjir di tingkat RW. obyek-obyek penting, kantor pemerintah, sekolah, tempat ibadah, lokasi untuk evakuasi saat banjir dan dapur umum, lapangan olah raga , Puskesmas atau rumah sakit.

“Penanggulangan bencana mengedepankan manajemen sebelum, saat terjadinya dan pasca terjadinya bencana. Kesiapsiagaan masyarakat, RT, RW dan Lurah lebih siap,”tuturnya.

Walikota Jakarta Barat H. Burhanuddin, yang membuka kegiatan ini berharap dapat meminimalisir terjadinya kerugian yang diakibatkan dari terjadinya bencana terutama banjir.”Dengan pemetaan ini diharapkan keakuratan dan validasi data yang lebih baik. Pemetaan rawan bencana ini juga berguna untuk perencanaan pembangunan dan penataan wilayah,” ujarnya.

Acara yang diikuti 112 Lurah dan mahasiswa Dept Geografi Fakultas MIPA UI yang diprakarsai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta dihadiri para Kepala Suku Dinas, Bagian, Kantor, Camat. (herman)

Teks : Foto bersama Walikota H.Burhanuddin, nara sumber dan Ka.BPBD DKI Jakarta. (herman)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.