Wednesday, 19 December 2018

Mahasiswa Desak Kejati Banten Cepat Usut Korupsi

Rabu, 28 Maret 2012 — 20:01 WIB
kejati283

SERANG (Pos Kota) – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banten berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Rabu (28/3). Massa mendesak Kejati Banten mengusut tuntas proyek pengadaan Mushaf Al-Bantani senilai Rp 8,4 miliar tahun 2010-2011 yang diduga terindikasi korupsi.

Belasan mahasiswa tersebut membawa spanduk bertuliskan “usut tuntas proyek Mushaf Albantani”. Mahasiswa juga membakar dua ban bekas dan memblokir jalan raya Serang-Pandeglang akibatnya arus lalulintas jadi terganggung.

Koordinator aksi, Adi, mengatakan, pengusutan dugaan korupsi pengadaan Mushaf Alquran Al-Bantani yang kini ditangani Kejati Banten berjalan lambat. Pasalnya, hingga kini belum ada tindakan serius dari Kejati untuk memperjelas kasus tersebut.

“Kasus ini ditangani Kejati Banten dan katanya Kejati Banten sedang mendalami dengan serius perkara ini. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada tindakan apa-apa,” kata Adi.

Kasi Penkum Kejati Banten, Mustaqim, SH ditemui di Kantornya mengatakan, perkara mushaf Al-Bantani yang ditangani Kejati Banten hingga kini masih dalam tahap pengumpulan data (puldata). “Sampai sekarang masih puldata, kami sudah punya data dari Kesra dan MUI, seperti kontrak dan pendistribusian,” kata Mustaqim, SH.

Disinggung mengenai pengusutan yang terkesan lambat, Mustaqim membantah hal tersebut. Menurutnya, pengusutan terhadap dugaan korupsi tersebut hingga kini masih dipelajari dan dianalisa oleh tim. Mustaqim juga mengatakan, tidak ada jangka waktu dari tahap puldata ke tahap pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). (haryono)

Teks : Mahasiswa yang demo di kantor Kejati Banten

  • Dimsilagin

    Usut juga keterlambatan pembayaran Sertifikasi guru periode Jan-Mar 2012 di Cilegon yang hingga kini belum juga dibayarkan Dinas pendidikan Cilegon