Sunday, 15 September 2019

Ketua Muhamadiyah dan NU Ajukan Uji Materi UU Migas

Kamis, 29 Maret 2012 — 18:13 WIB
mahkama konstitusi-toga2

JAKARTA (Pos Kota) – Sejumlah tokoh keagamaan mulai Ketua Umum PP
Muhammdiyah Din Syamsuddin, mantan Ketua Umum NU Hasyim Muzadi dan
mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengajukan uji materi pasal
28 ayat (2) UU Migas Nomor 22/2001 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Para hadirin, mari kita berdoa, semoga majelis hakim MK diberi
hidayah dalam memutuskan uji materi UU Migas untuk kepentingan bangsa
dan negara,” kata Hasyim setelah mendaftarkan uji materi di gedung MK,
Kamis.

Tak urung, doa yang dipanjatkan tokoh nasional ini sempat membuat
terperanjat hadirin. Tapi  doa yang sejuk dan disampaikan dalam bahasa
Arab dan Indonesia disambut amin, termasuk hakim MK Mahfud MD,
Haryono, Anwar Usman dan Maria Farida dan Ahmad Fadil.

Uji materi ini dilakukan sehubungan rencana pemerintah yang menaikan
harga BBM dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 (bensin). Mereka menilai UU
Migas bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945 dan rencana kenaikan itu
telah menimbulkan korban di kalangan rakyat maupun aparat.

Ketua MK Mahfud MD menyatakan pihaknya akan secepatnya mengagendakan
persidangan uji materi tersebur. Namun, tentu semua dilakukan sesuai
ketentuan yang berlaku. “Kita akan menelaah materi yang yang diajukan
para pemohon,” kata Mahfud kepada wartawan.

Pasal 28 UU Migas Nomor 22/2001 berbunyi, BBM dan olahannya wajib
memenuhi standar dan mutu yang ditetapkan pemerintah, serta diserahkan
kepada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar tentang harga
BBM dan Gas Bumi dan pelaksanaan tidak mengurangi tanggung jawab
sosial pemerintah terhadap golongan tertentu. (ahi/dms)