Thursday, 25 April 2019

Warga Inggris Galang Dana untuk Pemungut Sampah di Jakarta

Sabtu, 31 Maret 2012 — 8:27 WIB
Wilbur-Ramirez-n

LONDON – Seorang warga Inggris yang merasakan menjadi tukang sampah di Jakarta menyelenggarakan malam dana di klub musik London untuk membantu para tukang sampah.

“Saya ingin membantu Imam dan teman-temannya mendapat gerobak baru, dan mudah-mudahan bisa kami kirim ke Jakarta dalam dua atau tiga bulan ini,” kata Wilbur Ramirez selepas bernyanyi di The 100 club, Oxford Street, London Kamis (29/03) malam.

Imam Syafei dan Wilbur Ramirez

Wilbur merasakan menjadi tukang sampah di Jakarta selama 10 hari dengan menemani Imam Syafi di kawasan Guntur, Jakarta Selatan berkeliling mengumpulkan sampah di kawasan perumahan.

Pengalamannya ini diudarakan dalam acara televisi BBC Toughest Place to be…a Binman (Tempat tersulit untuk menjadi…tukang sampah) Februari lalu.

Wilbur, 43,  mengatakan bantuan gerobak merupakan tahap pertama dan ia ingin menggalang dana lebih lanjut untuk membantu pendidikan anak-anak Imam serta tukang sampah lain yang ia temui di kawasan Guntur.

“Pekerjaan ini secara fisik sangat melelahkan. Gerobak ini sangat berat seperti satu ton rasanya, dan yang menarik satu orang. Namun kali ini, kami berdua, dan saya berkeringat deras seperti ini,” kata Wilbur dalam acara BBC itu.

“Kami ingin membantu banyak hal termasuk dalam pendidikan anak-anak tukang sampah yang kami temui dan juga bantuan kesehatan juga….yang jelas tujuan kami banyak,” tambah Wilbur yang bernyanyi selama satu setengah jam di klub di tengah kota London itu.

Wilbur menyanyi di 100 CLub – London,  menggalang dana untuk membeli gerobak bagi Imam di Jakarta

Petugas tiket The 100 club mengatakan penjualan awal tiket untuk malam dana itu mencapai sekitar £1500 atau sekitar Rp21 juta dan belum termasuk kartu undian yang memang ditawarkan untuk para tamu.

Wilbur dan rekan-rekan bandnya tampil selama satu setengah jam menghibur sekitar 150 tamu di klub itu.

Wilbur Ramirez bersama Walikota London dengan latar belakang “gerobak” yang sehari-hari dibawanya di London. Bandingkan dengan gerobak yang dibawanya bersama Syaefi di Jakarta.

Wilbur bekerja sebagai petugas sampah di daerah London utara dengan menggunakan truk dengan peralatan canggih.

Selama menemani Imam Syafi di Jakarta ia mengatakan, “Sangat sulit sekali dan saya sempat mengira tidak akan mungkin bisa berjalan seharian sambil menarik gerobak bolak balik dua atau tiga kali. Mau mati rasanya,” katanya saat itu.

Wilbur Ramirez merasakan lelahnya menjadi tukang sampah di Jakarta bersama Imam Syafei.

Pekerjaan Imam di kawasan Guntur, Jakarta Selatan,  adalah mengumpulkan sampah dari sekitar 100 rumah dan dibayar oleh asosiasi perumahan setempat dengan upah sekitar Rp200.000 satu minggu.

Pengalaman di Jakarta inilah yang membuat Wilbur membentuk badan dana untuk mengumpulkan bantuan bagi para tukang sampah yang ia temui, khususnya Imam dan keluarga.

Sejumlah koran di Inggris yang memuat pengalaman Wibur ini menarik perhatian pembaca yang menyatakan sangat terharu atas kehidupan tukang sampah di Jakarta dan ingin membantu mereka. (bbc/dms)

  • http://www.facebook.com/people/Yuhu-Desca/100000727033444 Yuhu Desca

    kumis…mana si kumis?
    biasanya rajin nongol jual tampang.

  • ray

    MENYENTUH SEKALI MISTER…DITEMPAT KAMI ADA TEMPAT SAMPAH YANG BAGUS KOK..DISENAYAN MISTER…DISANA SAMPAH..KECOA..DAN TIKUS..BERKUMPUL…