Friday, 21 September 2018

Kabiro Humas Pemprov Banten Segera Dipanggil Polisi

Senin, 2 April 2012 — 22:50 WIB
iluskabid

SERANG (Pos Kota) – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Banten, segera memanggil Kepala Biro Humas Pemprov Banten, Komari yang sudah resmi dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus pidana sengketa Keterbukaan Informasi Publik (KIP) antara Muhammad Hs dan Pemprov Banten.

“Dalam dua atau tiga hari kedepan Komari kita panggil kembali,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Purwo Cahyoko, kepada wartawan, Senin (2/4).

Dalam kesempatan itu, Purwo menjelaskan, Komari ditetapkan sebagai tersangka setelah pemanggilan kedua oleh penyidik. Mulanya, lanjut Purwo, pemanggilan pertama dilakukan dalam rangka klarifikasi Komari sebagai saksi.

“Kemudian setelah itu kami panggil saksi ahli. Baru setelah itu Komari kami panggil kembali masih sebagai saksi. Lalu, penyidik melakukan gelar perkara internal. Dari situ, penyidik menyatakan Komari sebagai tersangka karena berdasarkan hasil keterangan saksi ahli, pelapor, dan Komari sendiri sudah cukup bukti untuk menyatakan Komari sebagai tersangka,” jelas Purwo.

Disinggung pemanggilan Sekretaris Daerah Pemprov Banten Muhadi, Purwo mengatakan, pemanggilan terhadap Sekda akan dilakukan oleh penyidik apabila keterangan Komari sebagai tersangka nanti melibatkan Sekda.

“Misalnya dalam keterangannya Komari mengatakan bahwa Sekda yang melarang menyerahkan data yang dimintai oleh Muhamad Hs. Barulah Sekda akan dipanggil. Tapi, statusnya masih sebagai saksi,” ujarnya.

Kendati demikian, dalam kasus delik aduan ini Purwo menyatakan langkah restoratif justice (musyawarah) akan ditempuh kepada pelapor. Dikatakan, apabila pelapor Muhamad HS mencabut perkara, status Komari pun tidak lagi menjadi tersangka. “Karena perkaranya dianggap tidak ada,” katanya. (haryono/b)