Friday, 16 November 2018

Sandal Rumahan Terkenal ke Mancanegara

Rabu, 4 April 2012 — 12:15 WIB
i

BERTUMBANGANYA usaha rumahan (home industri) sandal di  Cirebon, Jawa Barat, diakui Kepala Dinas Peindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon, Drs H. Haki Msi. Penurunan tersebut mencapai 40 persen. Namun pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin menekan kondisi tersebut, sehingga ke depan home industri kebanggaan Cirebon (selain rotan) harus dapat terus bertahan di tengah menjamurnya produk-produk sejenis.

Faktor hancurnya sebuah usaha biasanya lebih dikarenakan keterbatasan modal. Untuk mensiasati ini, pihaknya akan memberikan dukungan kepada para komunitas pengusaha jenis UKM ini dalam kaitannya pada proses akses ke perbankan. dengan begitu, maka satu item penyebab sedikit banyak bisa ditanggulangi. “Kami akan bantu kepada UKM-UKM termasuk yang bergerak di bidang kerajinan sandal, yang mengalami keterbatasan dalan akses ke perbankan,” tegasnya.

BANYAK PILIHAN
Mantan Kabag Perlengkapan inipun kembali menjelaskan, yang menjadi persoalan mendasar yakni terkait dengan persaingan usaha. Artinya saat ini banyak produk serupa yang sudah “ekspansi” dan menjamur di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Sehingga semakin banyak pilihan maka semakin besar pula sekmen pasar sandal lokalan yang tersedot ke produk lain. Ini jelas sebagai salah satu resiko yang harus dihadapi. Karena biar bagaimanapun, pasarlah yang menentukan. “Jika produknya dinilai bagus, baik dari segi dan kualitasnya produk tersebut akan diburu. Sebaliknya jika tidak diminati masyarakat maka akan jatuh bangkrut,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kondisi yang demikian, Disperindag Kabupaten Cirebon selalu memberikan bimbingan dan pelatihan (pembinaan) kepada para UKM termasuk diantaranya UKM sektor kerajinan sandal. Dengan begitu para UKM dapat mempersiapkan segala kemungkinan ke depannya terutama mengantisipasi persaingan bebas seperti sekarang ini. Haki pun berkeyakinan ke depan situasinya akan lebih bagus mengingat berbagai pelatihan yang sudah diberikan selama ini. “Setidaknya sudah ada bekal yang diberikan. kalau kemudian ada yang bangkrut tapi jumlahnya tidak begitu signifikan,” tegasnya.

Dijelaskan, sebelumnya kualitas produk sandal asal Cirebon cukup dikenal di seantero nusantara, bahkan juga luar negeri. Karena ada UKM sandal yang sampai ekspir ke negara-negara tetangga. Namun saat ini kondisinya memang sudah sangat berbeda. Kendayi demikian, masa kejayaan sandal asal Cirebon kemungkinan bisa diulang kembali. Ini tentu saja tidak terlepas dari peran semua pihak terkait, termasuk diantaranya Pemerintah Daerah. “Kini kami masih memberikan suport dan membantu UKM dari segi promosi,” tuturnya.

(darman/g)

Teks Gbr- Sandal Kebarepan, merupakan industri rumahan.(Darman)