Jumat, 6 April 2012 18:21:15 WIB

Pelabuhan Ratu Bangun Industri Ikan Tuna

Pantai Pelabuhan Ratu

SUKABUMI (Pos Kota) – Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi ditetapkan sebagai kawasan industrialisasi tuna. Pasalnya, potenis produksi ikan tuna di kawasan laut Palabuhan Ratu cukup besar. Per harinya bisa mencapai 80 ton tuna.

Penetapan kawasan industrialisasi tuna ini langsung disampaikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat syukuran Hari Nelayan ke 52 di Dermaga II Palabuhanratu, Kamis (5/4).

“Potensi produksi ikan tuna Palabuhanratu cukup besar. Inilah mengapa Palabuhanratu ditetapkan sebagai kawasan industrialisasi tuna,” kata Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Heryanto Marwoto, kepada wartawan.

Menurut Heryanto, besarnya potensi produksi tuna Palabuhan Ratu disebabkan dekatnya lokasi penangkapan dengan titik pendaratan. Kondisi ini memudahkan bagi nelayan Palabuhanratu untuk mencari ikan.

Sementara, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menuturkan, Palabuhanratu merupakan daerah penghasil perikanan tangkap terbesar di Jabar.  Tak heran, ketika perayaan hari nelayan Jabar maupun nasional setiap tahunnya dipusatkan di Palabuhanratu.

“Produksi ikan Jabar dan nasional belum sesuai dengan potensi yang ada. Kita baru nomor lima penghasil ikan dunia,’’jelasnya.

Untuk potensi perikanan tangkap di Jabar, kata Heryawan, per tahunnya mencapai 260 ribu ton per tahun. Capaian produksi pada 2011 lalu mencapai 194.344,41 ton. Jumlah ini pun sebenarnya telah melampaui target produksi sebesar 187.590 ton.

“Belum tergalinya potensi dikarenakan faktor pengetahuan dan penguasaan teknologi. Kita berharap kalangan pendidikan terutama SMK dan perguruan tinggi (PT) untuk terlibat dalam optimalisasi sektor perikanan,” tandasnya. (sule/dms)

Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi ditetapkan sebagai kawasan industrialisasi tuna saat perayaan syukuran Hari Nelayan ke 52 di Dermaga II Palabuhanratu, Kamis (5/4).

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.