Tuesday, 20 November 2018

Vien Is Haryanto Lanjutkan Cita-cita Ayahnya

Jumat, 6 April 2012 — 22:27 WIB
vien - ipunk

VIEN Adiyanti atau Vien Is Haryanto namanya sangat terkenal di tahun 1970-an, sebagai penyanyi cilik. Saat itu, popularitas Vien sejajar dengan penyanyi cilik lain seperti Chicha Koeswoyo, Adi Bing Slamet, Sari Koeswoyo, Diana Papilaya, Ira Maya Shopa dan lainnya.

Namun, menanjak dewasa, Vien seolah menghilang dari panggung musik Indonesia. “Saya kerja di sebuah perusahaan asuransi,” kata Vien ketika ditemui di Cuppa Coffee Cafe di bilangan Cipete Selatan, kemarin.

Selain bekerja, Vien juga sibuk menjadi produser di label atau perusahaan rekaman SIIS Records. Label tersebut dibangun oleh ayahnya musisi dan personel Favorite Group yang terkenal di tahun 70-an, Is Haryanto (almarhum) sejak tahun 1980-an.

“Papa pernah bilang, ya semacam wasiat lah,¬† agar anak-anaknya merealisasikan atau melanjutkan label SIIS Records,” ujarnya. “Jadi sejak beberapa tahun lalu saya mengelola label ini. Saya harus meneruskan cita-cita Papa,” katanya lagi.

Sebagai langkah pertama, Vien membuat album penyanyi solo bernama Syaiful Anwar atau biasa disapa Ipunk, yang menjagokan single  Cinta Dalam Hati.

“Saya pilih Ipunk karena dia memiliki karakter vokal yang bagus dan wajahnya juga menjual. Selain itu, Ipunk adalah murid Papa. Di tahun 1995 saat ikut festival, Papa tertarik dengan penampilan Ipunk. Papa yang saat itu jadi juri, langsung merekrutnya dan menjadikannya anak didik,” cerita Vien.

“Talentanya ok banget. Dan saya percaya dia akan mampu bersaing, meski sekarang dunia musik dikuasai boyband dan girlband,” tuturnya penuh optimistis.

Menurut dia, Ipunk juga pernah rekaman lagu-lagu Is Haryanto, seperti lagu Sepanjang Jalan. Tapi di album baru itu, Ipunk menyanyikan lagu ciptaan komposer lain.

“Papa tuh seniman. Musisi yang sering menciptakan lagu. Nah, karya-karya Papa banyak banget, jadi kelak Ipunk akan mendaur ulang lagu-lagu ciptaan Papa,” ujarnya.

ORBITKAN ANAK

Selain mengorbitkan Ipunk, Vien juga tengah bersiap-siap membuatkan puterinya, Michell, album pop. Darah seni yang diwariskan  dari ayahnya, diturunkan ke puteri kesayangannya itu.

“Sebenarnya Michell sudah pernah rekaman sama Papa, ketika masih kecil,” terang mantan penyanyi cilik yang terkenal lewat lagu Bebek-Bebekku ini.

Sekarang Michell sudah menjadi gadis remaja. Keinginan mengorbitkan Michell pun makin besar.

“Menjadi penyanyi itu bukan kehendak saya. Tapi sejak kecil Michell memang ingin menyanyi. Dan dia memilih lagu pop. Sebagai orangtua, saya tentu saja mendukung keinginannya,” ungkapnya.

Maka, untuk mengasah kemampuan vokal agar lebih matang, Viwn pun membantu mengajarkan vokal pada putri kesayangannya itu. (Anggara/dms)