Tuesday, 16 October 2018

Popsivo Akhirnya Tumbang di Indramayu

Sabtu, 7 April 2012 — 11:36 WIB
proliga

INDRAMAYU (Pos Kota) – Tim putri Jakarta Popsivo Polwan akhirnya tumbang pada kompetisi bola voli BSI Proliga 2012 setelah dikalahkan Jakarta Electric PLN 2-3 (27-25, 25-18, 19-25, 19-25, 10-15) di GOR Singalodra, Indramayu, Jumat (6/4).

Popsivo, yang belum pernah kalah selama penyelenggaraan kompetisi berlangsung, mengawali laga dengan buruk.

Mereka sempat tertinggal 8-17 di set pertama. Kesalahan demi kesalahan mereka buat sehingga memudahkan lawan mendulang poin. Setelah meminta time out, Popsivo bangkit dan memperkecil selisih poin menjadi 15-19.

Kedua tim lalu melakukan pergantian pemain, yaitu di sektor pengumpan. Hadirnya toser Shinta yang menggantikan Rita Kurniati, membuat variasi serangan Popsivo menjadi hidup. Perbedaan poin menjadi satu, 19-20.

Kuatnya blok yang digalang Maya Indri dan Amalia Fajrina membuat serangan PLN yang digalang pemain Thailand Amporn sulit menembus lapangan Popsivo. Kedudukan sama terjadi hingga 25-25. Dua poin terakhir diraih karena kuatnya blok yang digalang pemain Popsivo. Memasuki set kedua, Popsivo langsung memimpin 5-2. Pemain asing Sherline Holness menunjukkan kelasnya. Selain dua kali berturut-turut mematahkan smes pemain asing PLN, Talita Pereira, Holness juga mencetak dua poin dari smes tipuannya.

Dengan tinggi badan 193 cm, pemain timnas Kanada ini begitu mudah mematahkan serangan lawan. Smes kerasnya sulit untuk dibendung walau dua pemain sekaligus yang menjaganya. Selain Holness, Popsivo juga mempunyai pemain Thailand Jutarat Montripila, yang juga bermain sangat menawan. Dia bisa melakukan smes dari semua lini dengan sama bagusnya. Penampilan kurang menawan justru diperlihatkan Amporn. Pemain yang turut mengantarkan Thailand menjadi juara Asia pada 2009 ini tidak bermain maksimal.

Berkali-kali smes kerasnya keluar. Sadar akan kesalahannya, Amporn mengubah permainnya. Dia tidak lagi menyemes dengan keras, tetapi dengan penempatan yang akurat. Alhasil, poin pun dia cetak.

Pertarungan ketat terjadi pada set ketiga. Setelah saling susul hingga kedudukan 13-12, PLN memimpin ketika technical time out kedua dengan 16-12. Setelah itu, Popsivo banyak melakukan kesalahan hingga tertinggal 14-22.

Selain itu, libero PLN Berllian Marsheilla juga bermain baik karena berkali-kali mampu menyelamatkan bola smes lawan. Pada set ketiga ini, penampilan Popsivo memburuk setelah Amalia mengalami kram kaki.

Serangan yang dibangun Popsivo pun melemah. Amalia sempat mendapatkan perawatan, tetapi hal itu tidak mampu membantu kondisinya. Akhirnya, PLN menang 25-19. Set keempat juga berakhir dengan 25-19 untuk PLN. Pada set penentuan, Popsivo harus mengakui kehebatan juara bertahan.

(junius/soes)