Friday, 16 November 2018

Sindikat Perdagangan Orang Gunakan Jejaring Sosial

Senin, 9 April 2012 — 23:34 WIB
ilusperdaganagn

JAKARTA (Pos Kota) – Sindikat perdagangan orang (trafficking) sudah menggunakan media jejaring sosial untuk menjaring korban. Orangtua diminta mengawasi anak-anaknya yang kecanduan Facebook (FB), Twitter, Blackberry Messenger (BBM), SMS, dll.

“Pelaku perdagangan orang kini mencari korban baru melalui media sosial seperti FB, Twitter, BBM, SMS. Orang tua harus mengawasi jangan sampai anak-anaknya terjerat bujuk rayu mereka,” Kata Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sri Danti usai acara koordinasi pelaksanaan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan, pelaku semakin canggih dan jaringannya terus menguat. Menurut data Bareskrim Mabes Polri, dari tahun 2009 sampai 2011 telah terjadi 373 kasus perdagangan orang dengan korban 440 orang dewasa dan 192 orang anak, serta penangkapan terhadap 450 orang pelaku.

“Masih banyak lagi kasus trafiking yang telah dilaporkan atau muncul dalam media yang jumlahnya tidak sedikit,” katanya.

Untuk itu, Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang harus lebih proaktif dalam penanganan perdagangan orang.

Dia menjelaskan, Indonesia telah memiliki perangkat hukum Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Selain itu telah ada Peraturan Pemerintah Nomor 09 Tahun 2008 tentang Tata Cara dan Mekanisme pelayanan Terpadu Bagi Saksi dan atau Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai payung hukum dalam pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang.

Perangkat hukum tersebut sudah dilengkapi dengan Peraturan Presiden Nomor 69 tahun 2008 tentang Pembentukan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang. (aby/b)

Teks :Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dr. Sri Danti memaparkan strategi Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang pada peserta rakor di Jakarta, Senin. (aby)